BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan model Weather Research and Forecasting-Hydro atau WRF-Hydro. Aplikasi tersebut sebagai upaya untuk memprediksi banjir di wilayah Indonesia.
Model WRF Hydro tersebut dipaparkan dalam Dalam webinar memperingati Hari Meteorologi Sedunia, beberapa waktu lalu.
“ITB terus mendorong pemanfaatan teknologi pemodelan cuaca dan hidrologi guna menghadapi risiko banjir yang makin meningkat akibat perubahan iklim,” ujar , dosen Program Studi Meteorologi ITB, Dr. Plato Martuani Siregar, seperti dikutip dari laman resmi ITB, Rabu (16/4/2025).
WRF-Hydro dijelaskannya merupakan, sebuah sistem prediksi yang mengintegrasikan dinamika atmosfer dan aliran air di permukaan.
Ia memaparkan bagaimana model ini dapat digunakan untuk memetakan potensi banjir hingga ke tingkat daerah.
“WRF-Hydro memungkinkan simulasi debit banjir maksimum berdasarkan data cuaca terkini dan kondisi topografi wilayah,” kata Plato.
Ia menambahkan bahwa model ini sangat berguna bagi pemerintah daerah dalam merancang sistem peringatan dini dan strategi mitigasi banjir yang lebih tepat sasaran.
Simulasi di Sumatera
Salah satu contoh simulasi yang ditampilkan adalah wilayah pantai barat Sumatra. Hasil model menunjukkan curah hujan ekstrem yang konsisten setiap tahun di kawasan tersebut.
Fenomena ini dipicu oleh interaksi antara udara dingin dari selatan dan utara Gunung Lubuk Raya dan Sibualbuali dengan udara hangat dan lembap dari Samudra Hindia.
“Pengangkatan orografis akibat pegunungan di wilayah ini memicu pembentukan awan cumulonimbus, menghasilkan presipitasi tinggi yang berujung pada banjir tahunan,” ujarnya.
Model WRF-Hydro bekerja dengan menggabungkan output model cuaca dengan data hidrologi lokal, seperti kondisi tanah dan aliran sungai.
Dengan kalibrasi yang tepat, sistem ini dapat memberikan informasi prediktif beberapa hari sebelum banjir terjadi.
Pengembangan teknologi ini dinilai krusial mengingat tingginya frekuensi banjir di berbagai daerah Indonesia.
Selain sebagai alat mitigasi, WRF-Hydro juga dapat dimanfaatkan dalam perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur, dan strategi adaptasi iklim jangka panjang.
ITB menyatakan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi riset dengan lembaga pemerintah dan swasta agar hasil pengembangan teknologi seperti WRF-Hydro dapat diimplementasikan secara luas di daerah rawan bencana. (*/tie)
# aplikasi banjir
# aplikasi banjir












