BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Organisasi Perempuan Penghayat Indonesia (Puanhayati) Kota Bandung menggelar audiensi bersama Wali Kota dan Istri Wali Kota Bandung di Pendopo Kota Bandung pada Selasa (6/5/2025).
Audiensi ini dihadiri oleh 17 peserta, terdiri dari 11 perwakilan Puanhayati Kota Bandung, Ketua Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Kota Bandung, serta Wali Kota dan Istri Wali Kota beserta tiga jajaran pejabat Pemkot Bandung.
Ketua Puanhayati Jawa Barat, Rela Susanti, menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk memperkenalkan keberadaan perempuan penghayat di Kota Bandung dan memperkuat hubungan dengan pemerintah daerah.
“Audiensi ini menjadi momentum penting untuk membuka ruang komunikasi antara komunitas perempuan penghayat dan Pemerintah Kota Bandung. Ini bukan sekadar perkenalan, tetapi langkah awal menuju kolaborasi yang lebih erat,” ujar Rela.
Para peserta menyambut kegiatan ini dengan antusias. Bagi sebagian besar dari mereka, ini merupakan pengalaman pertama menginjakkan kaki di Pendopo Kota Bandung.
“Momen ini menjadi simbol keterbukaan pemerintah terhadap keragaman kepercayaan dan identitas budaya warganya,” ungkapnya.
Audiensi ini juga menjadi wadah untuk menyampaikan harapan agar ke depan lahir program-program pemberdayaan perempuan yang inklusif dan melibatkan komunitas penghayat, terutama dalam ranah sosial, budaya, dan ekonomi.
“Kami berharap dapat menjalin kemitraan strategis dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung sebagai mitra dalam penguatan kapasitas perempuan penghayat,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Puanhayati Kota Bandung menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam program-program Pemerintah Kota Bandung.
“Kami berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam membangun Bandung sebagai kota yang inklusif, toleran, dan berkeadilan sosial,” pungkas Rela.









