www.pasjabar.com — Menjelang dua pertandingan krusial Timnas Indonesia di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Tiongkok dan Jepang, kabar mengejutkan datang dari Belanda. Legenda Ajax Amsterdam berdarah Maluku, Simon Tahamata, resmi bergabung ke dalam struktur Timnas Indonesia.
Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh media Belanda VoetbalPrimeur.nl, yang menyebutkan bahwa Tahamata akan menduduki posisi strategis sebagai Head of Scouting atau Kepala Pemandu Bakat.
Bertugas Cari Talenta Lokal dan Diaspora
Penunjukan Simon Tahamata menjadi bukti keseriusan PSSI dalam membangun fondasi kuat tim nasional, khususnya dari sisi regenerasi pemain.
Ia ditugaskan untuk memantau dan merekrut pemain berbakat, baik dari kompetisi lokal maupun dari kalangan diaspora.
Keputusan ini diharapkan dapat memperluas jaringan pencarian bakat hingga ke luar negeri, seiring meningkatnya eksistensi pemain keturunan yang sukses bersaing di level internasional.
Sinyal Positif dari PSSI dan Nuansa Belanda di Skuad Garuda
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, memberikan sinyal positif terhadap kabar ini.
Saat dikonfirmasi pada 20 Mei, Arya hanya menjawab singkat, “Tunggu saja,” tanpa membantah maupun mengonfirmasi sepenuhnya.
Jika resmi diumumkan, kehadiran Tahamata akan semakin menambah aroma Belanda di tim pelatih Indonesia.
Sebelumnya, PSSI sudah lebih dulu menunjuk Patrick Kluivert, Alex Pastoor, dan Denny Landzaat untuk memperkuat staf kepelatihan Garuda.
Aroma Belanda Makin Kuat di Timnas Indonesia
Kehadiran Tahamata melengkapi deretan nama asal Belanda dalam struktur kepelatihan Timnas Indonesia.
Sebelumnya, sudah ada Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala, serta Alex Pastoor dan Denny Landzaat yang juga berasal dari Negeri Kincir Angin.
Meski belum diumumkan resmi oleh PSSI, sinyal positif datang dari Arya Sinulingga selaku anggota Exco.
Ketika dimintai konfirmasi pada 20 Mei, Arya menjawab diplomatis, “Tunggu saja.” Hal ini memperkuat dugaan bahwa kesepakatan sudah terjalin dan tinggal menunggu pengumuman resmi.
Tolak Klub Eropa, Pilih Indonesia karena Emosional dan Penghargaan
Simon Tahamata bukan sosok sembarangan. Ia pernah membela Ajax, Standard Liège, dan Feyenoord, serta membela Timnas Belanda.
Setelah pensiun, ia berkarier sebagai pelatih teknik di Ajax Amsterdam dari 2014 hingga 2024.
Meski menerima beberapa tawaran dari klub Eropa, Tahamata memilih Indonesia.
Alasannya tak hanya karena darah Maluku yang mengalir dalam dirinya, tapi juga karena ia merasa lebih dihargai dan bisa berkontribusi langsung terhadap kemajuan sepak bola nasional.
Pilihan ini mencerminkan komitmennya yang bukan sekadar profesional, tapi juga emosional.












