WWW.PASJABAR.COM – Kualifikasi Piala Asia Timnas Putri 2026 memasuki fase krusial bagi Indonesia, setelah Garuda Pertiwi menelan kekalahan 0-2 dari Pakistan dalam laga kedua Grup D.
Pertandingan yang digelar di Stadion Indomilk Arena, Kelapa Dua, Tangerang, Rabu (2/7/2025) malam WIB, membuat peluang Indonesia lolos ke putaran final semakin menipis.
Kekalahan tersebut membuat Indonesia turun ke peringkat ketiga klasemen sementara grup. Meski memiliki poin yang sama dengan Pakistan, Garuda Pertiwi kalah dalam head to head usai tumbang di pertandingan ini.
Sementara itu, China Taipei kokoh di puncak klasemen dengan enam poin usai mengalahkan Pakistan dan Kirgistan di dua laga awal.
Kronologi Kekalahan
Pakistan membuka keunggulan cepat di menit ke-8 melalui gol bunuh diri Gea Yumanda, yang tak sengaja membelokkan bola ke gawang sendiri usai menerima tekanan dari Nadia Khan di sisi kanan.
Belum sempat Indonesia bangkit, tim tamu kembali menambah keunggulan. Pada menit ke-17, Pakistan mendapat hadiah penalti setelah Maria Jamila Khan dilanggar oleh Emily Nahon di kotak terlarang.
Suha Hirani yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan mengecoh kiper Iris De Rouw.
Timnas Indonesia berupaya mengejar ketinggalan. Peluang demi peluang tercipta, salah satunya melalui tembakan jarak jauh Sheva Imut dan Felicia De Zeeuw.
Namun, kedua upaya tersebut belum berbuah gol. Tendangan Zahra sempat membentur mistar gawang, menambah daftar peluang yang gagal dikonversi menjadi gol.
Babak kedua, Indonesia memasukkan Isa Warps untuk meningkatkan intensitas serangan. Isa sempat mendapat dua peluang emas, namun satu tendangannya melambung di atas mistar, dan satu lagi berhasil ditepis kiper Pakistan, Zeeyana Jivraj.
Menjelang akhir laga, Garuda Pertiwi mendapat peluang emas saat Awi berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Namun, bola hasil sepakannya gagal dikonversi menjadi gol, dan bola muntah juga tak dimanfaatkan dengan baik oleh rekan setim.
Klasemen Sementara Grup D
Berikut klasemen Timnas Putri sementara Grup D Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026 berdasarkan perolehan poin:
- China Taipei – 6 poin (2 kali menang)
- Pakistan – 3 poin (1 kali menang, 1 kali kalah)
- Indonesia – 3 poin (1 kali menang, 1 kali kalah)
- Kirgistan – 0 poin (2 kali kalah)
Catatan: Pakistan berada di atas Indonesia karena unggul head to head setelah menang 2-0. Hanya juara grup yang lolos ke putaran final.
Peluang Indonesia untuk Lolos
Hanya juara grup yang berhak lolos ke putaran final Piala Asia Wanita 2026. Untuk menjaga asa, Indonesia wajib menang atas China Taipei di laga pamungkas yang akan digelar Sabtu (5/7/2025). Namun, kemenangan saja belum cukup.
Indonesia juga harus berharap Pakistan gagal menang melawan Kirgistan di laga lain. Jika skenario itu terjadi, Garuda Pertiwi akan lolos dengan poin 6 dan unggul head to head atas Taipei dan Pakistan.
Namun, jika Pakistan menang atas Kirgistan, maka akan ada tiga tim dengan jumlah poin yang sama, yakni 6. Dalam situasi ini, aturan klasemen mini akan berlaku, melibatkan perhitungan selisih gol dalam pertandingan di antara ketiga tim tersebut.
Ini menjadi tantangan besar bagi Indonesia yang saat ini hanya memiliki selisih gol -1, sementara China Taipei unggul dengan +11.
Untuk bisa lolos jika Pakistan juga menang, Indonesia harus menundukkan Taipei dengan selisih minimal 6 gol — tugas yang hampir mustahil mengingat sejauh ini Indonesia baru mencetak 1 gol dan kesulitan menciptakan peluang matang.
Nasib Kontras Tim ASEAN Lainnya
Nasib Timnas Indonesia Putri berbanding terbalik dengan beberapa wakil ASEAN lainnya. Vietnam dan Filipina berada di ambang kelolosan.
Vietnam memuncaki klasemen Grup E dengan 6 poin usai meraih kemenangan besar atas Maladewa (7-0) dan UEA (6-0). Satu poin tambahan saat melawan Guam akan memastikan tiket mereka ke putaran final.
Filipina juga tampil dominan di Grup F. Mereka mengalahkan Arab Saudi (3-0) dan Kamboja (6-0). Cukup meraih hasil imbang kontra Hong Kong di matchday terakhir, Filipina akan menyegel tempat di Piala Asia Wanita 2026.
Sementara itu, Thailand, Singapura, dan Malaysia juga masih bersaing di laga terakhir grup masing-masing demi menjaga peluang lolos.
Garuda Pertiwi masih memiliki satu kesempatan terakhir. Laga hidup-mati kontra China Taipei akan menjadi penentu, apakah mereka mampu menantang segala probabilitas atau harus angkat koper lebih awal dari kualifikasi. (han)












