BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Dalam rapat kerja bersama Badan Pusat Statistik (BPS), anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, memberikan apresiasi atas sejumlah capaian positif yang diraih BPS. Tak hanya soal administrasi dan akuntabilitas, Ledia juga memuji cara BPS menyajikan data dengan gaya kekinian melalui media sosial, khususnya Instagram.
Raih WTP 12 Tahun Berturut, BPS Diapresiasi DPR
Ledia Hanifa mengawali pernyataannya dengan memberikan apresiasi terhadap capaian BPS yang berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 12 tahun berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia menyebut capaian ini bukan hal sederhana dan menunjukkan konsistensi serta disiplin dalam pengelolaan administrasi keuangan.
“Bisa mempertahankan WTP secara berturut-turut itu bukan persoalan sederhana. Alhamdulillah. Itu artinya BPS berhasil konsisten dan disiplin dalam pencatatan administratif,” kata Ledia.
Tuntaskan Rekomendasi BPK, Bukti Komitmen Perbaikan
Selain WTP, Ledia juga mengapresiasi keberhasilan BPS dalam menindaklanjuti 80% dari total 815 rekomendasi BPK hingga 2024. Sebanyak 640 rekomendasi sudah tuntas, dan 19 lainnya dinyatakan tidak dapat ditindaklanjuti dengan alasan sah.
“Ini PR panjang yang berhasil diselesaikan satu per satu. Dan itu menunjukkan komitmen BPS untuk terus berbenah,” lanjut anggota DPR dari Dapil Kota Bandung dan Kota Cimahi tersebut.
Catatannya: Waspadai Petugas Pencacahan ‘Menghilang’
Meski banyak apresiasi, Ledia juga memberi masukan terkait kegiatan sensus. Ia menyoroti soal petugas pencacah yang berhenti sebelum tugas selesai, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan anggaran atau kualitas data.
Ia meminta agar BPS lebih cermat dalam merekrut dan melatih petugas, serta mengajak sesama anggota Komisi X untuk ikut mendorong komitmen para petugas sensus di dapil masing-masing.
“Kalau mereka senang-senang ikut pelatihan tapi di masa pencacahannya menghilang, yang susah kan BPS-nya,” tegasnya.
Medsos BPS Bikin Kagum: Data Jadi Hiburan Edukatif
Pujian khusus disampaikan Ledia kepada pengelolaan media sosial BPS. Ia menyebut akun Instagram BPS berhasil menyajikan data dengan cara menarik dan sesuai tren.
“Saya penikmat Instagram-nya BPS. Ada banyak data yang dibikin kreatif. Contohnya, pas ramai drama Korea When Life Gives You Tangerines, BPS bikin When Life Gives You Oranges dan bahas data jeruk di Indonesia,” ujarnya sambil tersenyum.
Ia juga menyoroti IG BPS Sumatera Barat yang pernah membahas pengaruh konsumsi jengkol terhadap ekonomi daerah.
Ledia berharap gaya pengelolaan medsos seperti ini bisa ditiru kementerian/lembaga lain sebagai bagian dari upaya membangun good governance yang komunikatif. (Ave)












