BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tidak hanya dirasakan masyarakat umum, tetapi juga menjadi momen istimewa bagi belasan penyintas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.
Mereka dengan penuh antusias mengikuti berbagai lomba Agustusan yang digelar di halaman kantor desa, Rabu (13/8/2025).
Dengan bimbingan dari komunitas Lentera Jiwa, para penyintas ODGJ tampak ceria dan bersemangat mengikuti beragam perlombaan.
Kegiatan ini mencakup lomba memasukkan pensil ke dalam botol, estafet tepung terigu, hingga memakai sarung sambil melempar balon. Sorak-sorai penonton dan tawa peserta membuat suasana semakin hidup.
Salah seorang penyintas ODGJ, Lesmana, mengungkapkan rasa bahagianya dapat ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut.
Ia berharap di momen kemerdekaan ini pemerintah dapat lebih memperhatikan para penyintas ODGJ.
“Saya senang sekali ikut lomba. Semoga pemerintah lebih peduli kepada kami,” ujarnya.
Menurut anggota Komunitas Lentera Jiwa, Tini Suhartini, kegiatan seperti ini bukan sekadar hiburan. Tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata agar para penyintas ODGJ semakin diakui keberadaannya di tengah masyarakat.
Dukungan semacam ini, lanjutnya, sangat penting untuk mengikis stigma negatif yang masih melekat pada mereka.
“Kami ingin masyarakat melihat mereka sama seperti yang lain, manusia yang berhak bahagia dan dihargai,” kata Tini.
Pihak penyelenggara berharap, dengan adanya lomba Agustusan ini, para penyintas dapat lebih diterima di lingkungan sosial. Tidak dikucilkan, dan benar-benar mendapatkan ruang untuk hidup layak.
Semangat kebersamaan yang terjalin diharapkan menjadi langkah kecil. Menuju terciptanya lingkungan yang inklusif dan penuh penghargaan terhadap kemanusiaan. (uby)









