CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia atau RI, jajaran Polres Cimahi menggelar berbagai perlombaan unik yang melibatkan anggota polisi dan keluarga mereka, Rabu (20/8/2025).
Salah satunya yang paling menyita perhatian adalah lomba makeup perwira polisi oleh istri mereka dengan mata tertutup.
Dalam perlombaan tersebut, sejumlah perwira polisi duduk rapi di kursi sementara sang istri yang sudah ditutup matanya mencoba merias wajah suami dengan alat makeup. Mulai dari bedak, foundation, eyeshadow, hingga lipstik.
Alhasil, bukan tampilan gagah yang muncul, melainkan riasan penuh kelucuan. Bedak yang tak merata, lipstik yang melebar hingga ke pipi, dan sentuhan warna eyeshadow yang tidak sesuai justru membuat suasana semakin riuh.
Gelak tawa pun pecah dari peserta maupun penonton sepanjang perlombaan berlangsung.
Tak hanya lomba makeup, kemeriahan juga ditambah dengan berbagai perlombaan khas 17 Agustusan lainnya. Seperti lomba memasukkan sedotan dengan bibir hingga menjaga keseimbangan balon saat berjoget.
Semua lomba berlangsung penuh keakraban, memperlihatkan sisi lain anggota kepolisian beserta keluarga dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
AKP Yudha Satya yang mengikuti lomba bersama istrinya, Novianti, mengaku kegiatan ini menjadi pengalaman tak terlupakan.
“Biasanya saya tampil rapi dengan seragam dinas, tapi kali ini wajah saya jadi ‘kanvas’ eksperimen istri. Seru sekali, kami tertawa sepanjang acara,” ujarnya sambil tersenyum.
Sementara itu, Kapolres Cimahi AKBP Niko Adiputra menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya untuk memeriahkan HUT ke-80 RI. Tetapi juga untuk mempererat kekompakan di lingkungan Polres Cimahi.
“Kami ingin menghidupkan semangat kebersamaan, bukan hanya di antara anggota polisi tetapi juga dengan keluarga. Perlombaan ini sederhana, penuh tawa, tapi maknanya besar untuk mempererat ikatan,” katanya.
Dengan adanya kegiatan semacam ini, HUT ke-80 RI di Polres Cimahi tidak hanya dirayakan secara formal. Tetapi juga dengan sentuhan kearifan lokal dan keakraban yang menguatkan rasa persaudaraan. (uby)












