Bandung, www.pasjabar.com – Rumah Sakit Paru (RSP) Dr. H.A. Rotinsulu Bandung berhasil mencatatkan sejarah penting dalam dunia medis Indonesia. Untuk pertama kalinya, tim dokter di rumah sakit ini sukses melakukan operasi bedah toraks kardiovaskular untuk menangani kasus tumor trakea, sebuah prosedur yang dikenal sangat langka dan berisiko tinggi.
Operasi Langka dengan Risiko Tinggi
Tumor trakea merupakan jenis tumor yang tumbuh pada saluran napas utama. Kasus ini tergolong sangat jarang ditemukan dan sulit ditangani karena letaknya yang langsung berada di jalur pernapasan.
Kondisi tersebut membuat operasi pengangkatan tumor trakea menjadi tindakan dengan risiko tinggi dan hanya bisa dilakukan di fasilitas kesehatan dengan keahlian serta peralatan medis khusus.
Pasien yang menjalani operasi ini adalah seorang perempuan berusia 21 tahun dengan keluhan sesak napas yang sudah berlangsung lama.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya benjolan di saluran napas utama atau trakea bawah.
Setelah dilakukan pertimbangan medis, tim dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan tumor.
Proses operasi berlangsung sekitar lima jam dan berjalan lancar. Saat ini, pasien telah dipindahkan ke ruang perawatan untuk pemulihan.
Kolaborasi RSP Rotinsulu dan RSUP Persahabatan Jakarta
Tindakan operasi ini dilakukan melalui program proctorship dengan pengampuan dari RSUP Persahabatan Jakarta.
Program tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antarrumah sakit dalam meningkatkan layanan medis khusus, terutama untuk penanganan kasus-kasus kompleks seperti tumor trakea.
Menurut Direktur Utama RSP Dr. H.A. Rotinsulu, Tri Fajari Agustini, keberhasilan operasi ini menjadi tonggak penting bagi rumah sakit dalam mengembangkan layanan spesialistik.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan akses masih menjadi tantangan utama bagi pasien dengan penyakit langka dan kompleks, termasuk tumor trakea.
Meningkatkan Kapasitas Layanan Respirasi
Tri Fajari menambahkan, melalui program pengampuan 10 penyakit prioritas yang dijalankan Kementerian Kesehatan, kapasitas rumah sakit untuk memberikan layanan kesehatan komprehensif terus meningkat.
Mulai dari skrining, pencegahan, diagnosis, pengobatan, hingga penanganan komplikasi kini bisa lebih terintegrasi.
Keberhasilan operasi tumor trakea ini menjadi bukti bahwa rumah sakit di Indonesia mampu mengembangkan keahlian medis tingkat lanjut.
Selain memberikan harapan baru bagi pasien dengan kasus serupa, pencapaian ini juga membuka jalan bagi peningkatan mutu layanan kesehatan di Tanah Air. (Uby)









