Bandung, www.pasjabar.com — Persib Bandung resmi mencatat sejarah baru di kancah sepak bola nasional. Setelah meresmikan dua rekrutan anyar, Thom Haye dan Federico Barba, Maung Bandung kini menyandang status sebagai tim dengan skuad paling mahal di Indonesia. Kehadiran dua bintang baru tersebut bukan hanya memperkuat komposisi tim, tetapi juga mendongkrak nilai pasar klub secara signifikan menjadi klub terkaya.
Gebrakan Transfer Persib: Thom Haye dan Federico Barba
Gebrakan besar dilakukan Persib Bandung menjelang musim 2025/2026. Mereka mendatangkan Thom Haye, gelandang asal Belanda berdarah Maluku, serta bek berpaspor Italia, Federico Barba. Kedua pemain ini bukan nama sembarangan, sebab memiliki nilai pasar tinggi di kancah internasional.
Thom Haye langsung mencatat rekor baru sebagai pemain dengan nilai pasar tertinggi di Super League musim ini. Menurut Transfermarkt, nilai pasarnya mencapai Rp17,38 miliar. Sementara itu, Federico Barba juga tak kalah mentereng dengan banderol Rp8,69 miliar. Angka tersebut bahkan lebih mahal dari bintang lokal Marc Klok maupun Patricio Matricardi yang bernilai Rp6,95 miliar.
Nilai Pasar Persib Tembus Rp121,41 Miliar
Kedatangan Thom Haye dan Barba membuat Persib melesat sebagai klub terkaya di Indonesia. Saat ini, total nilai pasar skuad Persib menyentuh Rp121,41 miliar, melampaui klub rival abadinya, Persija Jakarta.
Menariknya, angka ini berpotensi bertambah. Sebab, masih ada empat pemain yang belum tercatat nilai pasarnya, yaitu Zulkifli Lukmansyah, Fitrah Maulana, Nazriel Alfaro, dan Rhaka Syafaka. Jika keempat pemain tersebut masuk dalam daftar resmi, bukan tidak mungkin nilai pasar Persib semakin menjulang.
Uilliam Barros yang sebelumnya tidak tercatat kini juga masuk daftar dengan nilai Rp2,61 miliar, menambah kekuatan finansial Persib dalam daftar Transfermarkt.
Persija Melorot, Persib Naik Tahta
Persija Jakarta yang sebelumnya menyandang status tim dengan nilai pasar terbesar, kini harus rela turun tahta. Macan Kemayoran berada di posisi kedua dengan total nilai pasar Rp108,20 miliar.
Di bawah Persija, ada Dewa United yang menempati posisi ketiga dengan Rp95,34 miliar, disusul PSM Makassar di posisi keempat dengan Rp90,56 miliar. Kejutan datang dari PSIM Yogyakarta yang baru promosi ke Super League, tetapi langsung menempati peringkat kelima dengan nilai pasar Rp85,34 miliar.
Bursa Transfer Masih Panas
Meski Persib kini memimpin sebagai tim terkaya, peta persaingan bisa saja berubah. Bursa transfer Super League masih dibuka hingga akhir Agustus 2025. Setiap klub masih punya kesempatan merekrut pemain baru, termasuk opsi untuk memaksimalkan kuota 11 pemain asing.
Selain itu, nilai pasar pemain juga bisa naik seiring performa di kompetisi domestik maupun internasional. Persib yang akan berlaga di dua ajang bergengsi, Super League dan AFC Champions League Two 2025/2026, tentu punya peluang besar mendongkrak pamor sekaligus nilai pasar skuadnya.
Dengan status terbaru ini, Persib bukan hanya jadi penantang serius di kompetisi domestik, tetapi juga salah satu klub Indonesia yang paling disorot di level Asia. (Ars)












