PANGANDARAN, WWW.PASJABAR.COM – Paguyuban Pasundan menggelar Sawala Budaya ke-44 yang berlangsung pada 29–31 Agustus 2025 di Pantai Indah Resort & Hotel Pangandaran, Jalan Kidang Pananjung 151, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Kegiatan ini mengusung tema “Pageuh Dina Jati Diri – Jembar Dina Mangfaat Ngangkat Martabat Bangsa.”
Acara inti berupa Sawala I, Sawala II, dan Sawala III digelar pada Sabtu (30/8/2025) dengan dihadiri lebih dari 700 peserta dari seluruh cabang Paguyuban Pasundan di Indonesia.
Kehadiran para pengurus cabang ini memperlihatkan soliditas organisasi yang sudah berdiri sejak 1913 tersebut.
Pada Sawala I, acara diisi dengan pemaparan materi kedua sekaligus sambutan dari Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., yang membawakan tema tentang Bela Negara.
Ketahanan Nasional
Dalam pidatonya, TB Ace menyebut hadir di acara Sawala Budaya Paguyuban Pasundan ke-44 merupakan sebuah kehormatan.
Ia menilai Paguyuban Pasundan memiliki peran besar dalam memperkuat ketahanan nasional.
“Intinya saya ingin menegaskan kembali bahwa Pasundan merupakan organisasi yang saya yakin akan menjadi kekuatan bagi upaya kita untuk terus memperkuat ketahanan nasional kita. Forum ini bukan hanya tempat musyawarah saja, tetapi juga mercusuar peradaban Sunda yang terus menyala disertai api kebangsaan Indonesia,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Paguyuban Pasundan adalah bagian dari denyut kebangsaan Indonesia, menjadi saksi perjuangan kemerdekaan sekaligus pengawal moralitas dan pendidikan kebangsaan.
Karena itu, menurutnya, forum ini penting untuk terus menjaga kearifan lokal sebagai pondasi bangsa.
Dalam wawancara usai acara, TB Ace kembali menegaskan apresiasinya terhadap Paguyuban Pasundan.
“Saya memberikan apresiasi kepada Paguyuban Pasundan yang terus konsisten dan istiqomah berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia dengan mendorong SDM unggul melalui lembaga-lembaga pendidikannya, sekaligus merawat kesundaan yang mengandung nilai luhur sebagai pondasi ketahanan nasional,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kontribusi PP harus terus dilanjutkan dan diperkuat untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Modal pendidikan dan kebudayaan Sunda akan menjadi satu kekuatan ketahanan nasional kita untuk kemajuan Indonesia. Karena itu, saya sekali lagi menyampaikan apresiasi terutama kepada Prof. Didi Turmudzi yang terus mengawal Sunda menjadi perekat bagi keindonesiaan dan ketahanan nasional kita,” tambahnya.
Sawala Budaya ke-44 ini menjadi momentum strategis untuk memperkokoh identitas budaya Sunda sekaligus memperkuat kontribusi PP dalam kehidupan kebangsaan Indonesia. (han)












