BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM— Seratus tahun Indonesia bukan sekadar angka, melainkan penentu arah perjalanan bangsa. Apakah Indonesia akan tampil sebagai bangsa besar yang berdaulat, atau justru hanya menjadi penonton di panggung dunia? Pertanyaan inilah yang akan digali dalam Diskusi Buku #81 Temu Sejarah: Menatap 100 Tahun Indonesia.
Diskusi yang akan menghadirkan Hiday Nur sebagai narasumber dan dimoderatori Ongki Bachtiar S. ini akan berlangsung pada Kamis, 4 September 2025, pukul 19.00–20.30 WIB, secara virtual melalui Zoom. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis diikuti siapa saja yang ingin memperluas wawasan tentang arah bangsa.
“Dua dekade menjelang 2045, kita seakan bercermin pada kondisi bangsa yang nyata—kesejahteraan yang belum merata, inklusivitas yang masih rapuh, dan pembangunan berkelanjutan yang belum sepenuhnya kokoh. Tapi dari sinilah lahir harapan, lahir keberanian untuk bertanya: Indonesia macam apa yang ingin kita wariskan?” demikian pengantar yang menjadi semangat acara ini.
Diskusi ini tidak hanya akan menyoal problem bangsa, tetapi juga membuka ruang refleksi kolektif, mengajak peserta untuk menyalakan imajinasi serta merumuskan masa depan Indonesia.
Melalui literasi sejarah dan dialog terbuka, Temu Sejarah ingin menghidupkan kembali kesadaran publik akan pentingnya berpartisipasi aktif dalam perjalanan bangsa menuju 2045.
Bagi yang ingin bergabung, pendaftaran bisa dilakukan dengan format: Daftar Diskusi Buku 81 – Nama – Domisili, melalui WhatsApp di +62895-3572-55688 atau akun Instagram @temusejarah.
Temu Sejarah sendiri telah konsisten menghadirkan ruang belajar bersama melalui diskusi buku dan isu-isu kebangsaan. Diskusi kali ini menjadi momentum penting untuk bersama-sama menatap 100 tahun Indonesia dengan refleksi yang jujur sekaligus penuh optimisme. (tiwi)












