CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 21 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Belantara Foundation Teken Kerja Sama Konservasi Gajah Sumatra di Abu Dhabi

Hanna Hanifah
13 Oktober 2025
Belantara Foundation

Belantara Foundation dan Conservation Allies menandatangani piagam kerja sama konservasi gajah sumatra melalui program Living in Harmony. (foto: ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM – Belantara Foundation dan Conservation Allies menandatangani piagam kerja sama konservasi gajah sumatra, khususnya melalui program Living in Harmony (Manusia–Gajah Liar Hidup Harmonis) di Lanskap Sugihan–Simpang Heran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Penandatanganan dilakukan di Asia Pavilion, di sela-sela IUCN World Conservation Congress di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Sabtu (11/10/2025). Acara tersebut turut disaksikan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan RI, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, M.Agr.Sc., serta Koordinator Regional Hutan dan Lahan Kering IUCN Asia, Satrio Wicaksono, Ph.D.

Fokus pada Koeksistensi Manusia dan Gajah

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan memperkuat upaya konservasi gajah sumatra. Melalui program Living in Harmony yang telah dijalankan Belantara sejak tiga tahun lalu.

“Tujuan dari program ini adalah mendorong terciptanya koeksistensi atau hidup berdampingan secara harmonis antara masyarakat dengan gajah liar yang sama-sama hidup di ekosistem yang sama di Lanskap Sugihan–Simpang Heran,” ujar Dolly.

Baca juga:   Ancol Taman Impian Gandeng Jakarta Birdwatcher’s Society dan Belantara Foundation Gelar Asian Waterbird Census

Menurutnya, kerja sama ini menjadi bukti komitmen serius Conservation Allies, lembaga nirlaba yang bermarkas di Washington DC, Amerika Serikat. Untuk mendukung Belantara Foundation melalui dana hibah dan penggalangan dana publik selama dua tahun di AS. Dana tersebut akan membantu membiayai sebagian program pelestarian gajah sumatra di kawasan tersebut.

Lanskap Penting bagi Konservasi dan Ekonomi

Lebih lanjut, Dolly menuturkan bahwa Lanskap Sugihan–Simpang Heran yang dihuni sekitar 100–120 individu gajah liar merupakan kawasan penting. Tidak hanya bagi konservasi tetapi juga bagi keberlanjutan ekonomi nasional dan penghidupan masyarakat desa di sekitarnya.

“Oleh karena itu, diperlukan pendekatan khusus yang inovatif agar semua kepentingan dapat terakomodasi,” jelasnya.

Dolly juga menekankan perlunya kolaborasi lintas pihak—pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, lembaga konservasi, masyarakat, serta media—untuk mewujudkan hidup berdampingan antara manusia dan gajah.

“Upaya kami sejauh ini meliputi peningkatan kapasitas tim mitigasi konflik manusia–gajah, pembangunan menara pemantauan, penyadartahuan anak-anak usia dini. Hingga pengayaan pakan dan penyediaan artificial saltlicks (tempat menggaram buatan) untuk memenuhi kebutuhan mineral gajah,” tambahnya.

Baca juga:   Nina Ratna Widyasari Raih Gelar Doktor Ilmu Sosial Pascasarjana Unpas

Komitmen Global dari Conservation Allies

Presiden Conservation Allies, Dr. Paul Salaman, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Belantara Foundation dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian satwa liar.

“Program konservasi gajah sumatra yang dijalankan Belantara Foundation merupakan contoh nyata pentingnya koeksistensi di era modern ini,” ujarnya.

Paul menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung penuh upaya Belantara Foundation melalui bantuan hibah, penggalangan dana publik, dan peningkatan kapasitas teknis.

“Dana yang terkumpul akan dikelola secara transparan dan sepenuhnya dialokasikan untuk mendukung kegiatan di lapangan,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat global untuk berpartisipasi dalam pelestarian gajah sumatra dengan berdonasi melalui laman resmi Conservation Allies di https://conservationallies.org/appeals/achieve-coexistence-between-local-communities-and-wild-elephants/.

Dukungan Pemerintah dan Pengakuan Global

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen KSDAE Kemenhut RI, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, mengapresiasi kerja sama tersebut. Ia menilai kemitraan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian gajah sumatra yang berstatus Critically Endangered (kritis) menurut IUCN Red List.

Baca juga:   Belantara Foundation Gelar Biodiversity Class Dorong Pelestarian Satwa Perkotaan

“Inisiatif ini sangat bagus, dan kami berharap program ini dapat meminimalkan interaksi negatif manusia–gajah serta menciptakan koeksistensi yang harmonis antara masyarakat dan satwa liar,” ujar Prof. Satyawan.

Belantara di IUCN World Conservation Congress 2025

Selain penandatanganan kerja sama, Belantara Foundation juga berpartisipasi dalam IUCN World Conservation Congress 2025 di Abu Dhabi ADNEC Centre, yang berlangsung pada 9–15 Oktober 2025. Keikutsertaan ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai upaya pemulihan dan perlindungan hutan terdegradasi di Riau. Serta konservasi gajah sumatra di Sumatera Selatan, kepada jaringan global.

Kongres konservasi terbesar di dunia itu dihadiri lebih dari 10.000 peserta dari sekitar 160 negara, melibatkan ilmuwan, pembuat kebijakan, dan pelaku usaha yang berdiskusi untuk menetapkan prioritas serta aksi nyata dalam konservasi alam dan pembangunan berkelanjutan. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Belantara FoundationConservation AlliesKonservasi Gajah Sumatraprogram Living in Harmony


Related Posts

HPSN
PASNUSANTARA

HPSN 2026 Tekankan Sinergi Kelola Sampah Berkelanjutan

26 Februari 2026
spesies primata
HEADLINE

Hari Primata Indonesia, Empat Spesies Endemik Terancam Punah

31 Januari 2026
Biodiversity Class
HEADLINE

Belantara Foundation Gelar Biodiversity Class Dorong Pelestarian Satwa Perkotaan

23 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

peradilan militer
HEADLINE

Bayu Aji Widodo Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Unpas, Soroti Independensi Peradilan Militer

21 April 2026

# peradilan militer BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Pasundan menggelar sidang terbuka dengan kandidat...

pajak kendaraan listrik

Gubernur Jabar Tegaskan Pajak Kendaraan Listrik Tetap Diberlakukan

21 April 2026
ibadah haji bandung

Ibu Penjual Siomay Bandung Berangkat Ibadah Haji Setelah 13 Tahun

21 April 2026
Ilmuwan Panggung

Ilmuwan Panggung

21 April 2026
UTBK SNBT 2026

Diduga Kecurangan UTBK SNBT 2026, Peserta Gunakan Joki Dan Perangkat

21 April 2026

Highlights

Ilmuwan Panggung

Diduga Kecurangan UTBK SNBT 2026, Peserta Gunakan Joki Dan Perangkat

Unpas Wajibkan Mahasiswa Miliki Sertifikat Kompetensi Sebelum Lulus

Atasi Banjir Bandung, KDM Usulkan Danau dan Perbaikan Tata Ruang

Doktor Unpas Tutut Prasetyo Lulus dengan Disertasi Rekonstruksi Pidana Penjara, Soroti Harmonisasi KUHP dan Pemasyarakatan

Musrenbang RKPD Jabar, Bahas Pembangunan Layanan Dasar 2027

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.