www.pasjabar.com — Timnas Portugal harus menunda kepastian lolos ke Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang 2-2 oleh Hungaria dalam laga Kualifikasi Zona Eropa Grup F di Stadion Jose Alvalade, Rabu (15/10/2025) dini hari WIB.
Pasukan Roberto Martinez sebenarnya sudah unggul hingga menit akhir, namun gol dramatis Dominik Szoboszlai di masa injury time membuat kemenangan yang sudah di depan mata buyar.
Dengan hasil ini, Portugal masih memimpin klasemen Grup F dengan 10 poin, unggul lima angka dari Hungaria di posisi kedua.
Namun, persaingan tiket langsung ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko masih terbuka dengan dua laga tersisa.
Ronaldo Pimpin Kebangkitan Portugal
Hungaria tampil mengejutkan sejak awal. Baru delapan menit berjalan, Attila Szalai membuka skor usai menerima umpan matang dari Szoboszlai. Tapi keunggulan tim tamu tak bertahan lama.
Cristiano Ronaldo menjadi pembeda. Kapten berusia 40 tahun itu menyamakan kedudukan di menit ke-22 lewat sontekan hasil umpan Nelson Semedo.
Tak berhenti di situ, Ronaldo kembali mencetak gol jelang turun minum setelah menerima assist dari Nuno Mendes.
Selecao das Quinas pun menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1 dan menguasai jalannya pertandingan.
Drama di Menit Akhir: Szoboszlai Gagalkan Kemenangan
Memasuki babak kedua, Portugal semakin dominan. Ruben Dias hampir memperlebar keunggulan melalui sepakan jarak jauh di menit ke-59, namun bola membentur tiang gawang.
Hungaria tak menyerah begitu saja. Szalai hampir menyamakan skor lewat sundulan keras di menit ke-71 yang mengenai mistar.
Tekanan mereka akhirnya berbuah hasil pada masa injury time ketika Dominik Szoboszlai menembak mendatar dan membuat skor imbang 2-2 di menit ke-90+3.
Ronaldo Tetap Jadi Sorotan di Usia 40 Tahun
Meski gagal menang, performa Cristiano Ronaldo kembali menuai pujian. Dua gol yang dicetaknya membuat ia menjadi top skor sementara Kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa.
Selain itu, Ronaldo juga memperpanjang rekornya sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola internasional.
Pelatih Roberto Martinez mengakui hasil ini mengecewakan namun tetap memuji soliditas tim.
“Kami mengontrol pertandingan hampir penuh, tapi kehilangan fokus di detik terakhir,” ujar Martinez dikutip dari laman resmi UEFA.












