www.pasjabar.com — Rusia buka suara soal keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang merekomendasikan agar tidak ada event olahraga internasional diselenggarakan di Indonesia. Larangan ini dikeluarkan setelah Indonesia menolak pemberian visa untuk tim senam asal Israel. Sekretaris Pers Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, menilai kebijakan IOC itu tidak adil dan menunjukkan adanya standar ganda yang selama ini diterapkan terhadap Rusia maupun negara lain.
IOC Larang Event di Indonesia Karena Tolak Atlet Israel
Pada Rabu (22/10/2025), IOC mengeluarkan rekomendasi kepada federasi-federasi olahraga dunia untuk tidak menggelar kompetisi internasional di Indonesia. Langkah ini diambil setelah otoritas Indonesia menolak mengeluarkan visa bagi tim senam Israel yang hendak berpartisipasi dalam Kejuaraan Senam Artistik Dunia 2025.
Selain itu, IOC juga menangguhkan negosiasi dengan Komite Olimpiade Nasional (NOC) Indonesia mengenai kemungkinan menjadi tuan rumah Olimpiade 2036. Semua kegiatan terkait penyelenggaraan acara olahraga di bawah IOC di Indonesia untuk sementara waktu dihentikan.
Rusia Nilai IOC Tidak Konsisten
Menanggapi hal ini, Dmitry Peskov menyebut keputusan IOC sebagai bentuk ketidakadilan yang nyata.
“Tentu saja, ini semua standar ganda,” ujar Peskov, dikutip dari kantor berita Rusia TASS, Jumat (24/10/2025).
“IOC belum pernah membuat pernyataan serupa terkait negara-negara yang sebelumnya menolak visa bagi atlet Rusia,” tambahnya.
Pernyataan Peskov ini merujuk pada pengalaman Rusia yang selama beberapa tahun terakhir dilarang mengikuti sejumlah kompetisi internasional karena isu doping dan konflik geopolitik. Menurutnya, sikap IOC terhadap Rusia dan Indonesia memperlihatkan adanya perbedaan perlakuan yang mencolok.
Latar Belakang Penolakan Indonesia
Kontroversi ini bermula ketika Federasi Senam Israel mengajukan keberatan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) setelah visanya ditolak oleh pemerintah Indonesia. Namun, CAS menolak permintaan mendesak Israel agar bisa ikut dalam kompetisi tersebut.
Federasi Senam Internasional (FIG) menyebut pihaknya “telah memperhatikan” posisi kepemimpinan Indonesia yang menolak kedatangan atlet Israel. Indonesia memang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
Dampak pada Cita-cita Olimpiade 2036
Sebelum polemik ini mencuat, Indonesia telah menyatakan minat untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2036. Namun, dengan adanya langkah terbaru IOC, upaya Indonesia menuju panggung olahraga terbesar dunia itu kini terancam batal.
Sejumlah pengamat menilai langkah IOC berpotensi memperlebar jurang politik dalam dunia olahraga, di tengah meningkatnya ketegangan global yang turut memengaruhi arena kompetisi internasional.












