BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM— Wakaf Salman meresmikan bangunan Masjid Nuurul Ilmi yang terletak di lingkungan SLB Negeri Cicendo Kota Bandung, pada Jum’at (28/11/25).
Masjid ini menjadi yang pertama di sekolah yang secara khusus dirancang untuk mendukung kenyamanan ibadah siswa berkebutuhan khusus.
Pembangunan dimulai sejak 26 Februari 2025 melalui dukungan wakaf dari para donatur Wakaf Salman ITB, dan dirancang oleh tim Arsitek YPM Salman ITB dengan perhatian penuh terhadap aksesibilitas, kenyamanan ruang salat, serta kebutuhan sensorik bagi siswa disabilitas.
“Masjid ini di-desain agar memudahkan kawan disabilitas beribadah. Mayoritas siswa SLB Negeri Cicendo adalah teman tuli, maka mereka pasti mengandalkan penglihatan. Itulah kenapa kami mengatur pencahayaan sedemikian rupa untuk memudahkan mereka,” ujar Sugih, tim arsitek Salman.
Ia menambahkan bahwa pada lantai masjid terdapat instalasi lampu tepat di dekat tempat sujud untuk memberikan sinyal kapan siswa harus rukuk, sujud, duduk, dan berdiri kembali. Seluruh konsep desain dilakukan agar ibadah dapat dilakukan dengan nyaman, mandiri, dan penuh kekhusyukan.
“Sebelumnya kami tidak memiliki tempat ibadah. Maka dari itu, kami menata satu ruang kelas untuk menjadi tempat sholat seadanya,” tutur Santi Komala Dini, Kepala Sekolah SLB Negeri Cicendo Kota Bandung.
Ia menceritakan bahwa niat membangun masjid untuk siswa disabilitas sudah muncul sejak tahun 2015, ketika ia masih menjadi guru. Saat itu, siswa harus berdesak-desakan di ruang kecil untuk belajar ilmu agama, namun kebutuhan itu kini akhirnya terjawab setelah sepuluh tahun penantian panjang.
Pusat Pembinaan Karakter dan Spiritualitas
Kehadiran Masjid Nuurul Ilmi membawa harapan baru bagi sekolah. Masjid ini diproyeksikan sebagai pusat pembinaan karakter dan spiritualitas melalui kegiatan seperti shalat berjamaah, pembinaan akhlak, Rabu Dhuha, serta pembelajaran Al-Qur’an.
Tidak hanya berdiri sebagai sarana ibadah, masjid ini menjadi simbol bahwa wakaf dapat menghadirkan manfaat yang luas, nyata, dan berkelanjutan bagi kawan disabilitas.
“Sejak era Rasulullah SAW, masjid memiliki fungsi tak hanya untuk beribadah, namun pusat kegiatan belajar dan interaksi sosial. Semoga hadirnya Masjid Nuurul Ilmi menjadi ladang pahala untuk kita semua, baik yang menggunakan, maupun yang berkontribusi dalam membangun,” ujar Hari Utomo, Direktur Wakaf Salman.
Ia berharap peresmian ini semakin membuka kesadaran masyarakat bahwa wakaf bukan hanya tentang bangunan fisik, tetapi investasi pahala yang terus mengalir sepanjang kehidupan umat. (*/tiwi)









