BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat menggelar Seleksi Petugas Haji Tahap 1 tingkat keumatan secara serentak bersama seluruh provinsi di Indonesia.
Seleksi ini menjadi tahap awal untuk menentukan petugas yang akan diberangkatkan pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian, mengatakan bahwa seleksi tahun ini dirancang lebih transparan dan akuntabel sesuai arahan Menteri Haji dan Umrah mengenai peningkatan kualitas rekrutmen petugas haji.
“Melalui seleksi tahun ini, kami berharap dapat terpilih petugas-petugas yang profesional, berintegritas, dan amanah. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan pelayanan jemaah semakin baik,” ujar Boy.
Di Jawa Barat, sekitar 3.000 peserta mengikuti ujian yang digelar di seluruh kabupaten/kota. Mereka memperebutkan formasi terbatas untuk petugas kloter maupun petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
“Dengan banyaknya peserta, kami optimistis bisa mendapatkan petugas yang benar-benar memenuhi kriteria,” tambahnya.
Transparansi Nilai dan Penurunan Kuota Kloter
Salah satu pembaruan seleksi tahun ini adalah penerapan sistem nilai real-time. Setiap peserta dapat langsung melihat hasil ujian sesaat setelah menyelesaikan tes.
“Kami umumkan siapa yang lolos Tahap 1 pada hari yang sama. Tidak ada lagi menunggu besok atau dua hari kemudian,” tegas Boy.
Prinsip keterbukaan juga diberlakukan pada Tahap 2 melalui akses publik terhadap nilai dan peringkat.
Tahun ini, jumlah jemaah reguler Jawa Barat menurun sehingga kuota petugas ikut berkurang. Provinsi ini hanya memperoleh 68 kloter, dengan dua petugas setiap kloter: TPHI (Ketua Kloter) dan TPI (Pembimbing Ibadah).
Total tersedia 136 formasi untuk petugas kloter, jauh lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 86 kloter.
Selain itu, formasi PPIH Arab Saudi juga sangat terbatas, masing-masing kategori hanya membutuhkan satu orang. Kondisi tersebut membuat persaingan seleksi tahun ini semakin ketat.
Bagi peserta yang dinyatakan lolos, Kemenhaj Jabar telah menyiapkan pelatihan intensif selama sekitar 10 hari, mencakup administrasi hingga pemahaman ibadah. Boy menekankan pentingnya kesiapan fisik dan empati karena 50–60 persen jemaah haji Jawa Barat merupakan lansia.
“Mereka harus bekerja sepenuh hati,” tutupnya. (ave)









