WWW.PASJABAR.COM – YouTube resmi merilis YouTube Recap 2025, fitur rekap aktivitas tahunan yang tidak hanya merangkum kebiasaan mendengarkan musik, tetapi juga seluruh perilaku menonton video pengguna selama setahun penuh.
Fitur ini mulai digulirkan secara global pada awal pekan dan telah dapat diakses oleh pengguna di Indonesia sejak 5 Desember 2025.
Recap 2025 hadir sebagai pengembangan dari fitur tahun-tahun sebelumnya yang hanya tersedia di YouTube Music. Kali ini, YouTube menghadirkan analisis yang lebih mendalam dengan memetakan minat, perubahan preferensi, hingga pola konsumsi konten yang tercermin dari riwayat tontonan harian.
Laporan GSM Arena menyebut bahwa format baru ini merupakan “peta perjalanan digital” yang menampilkan kebiasaan menonton secara lebih personal dan interaktif.
Sorotan Fitur YouTube Recap 2025
Recap tahun ini menampilkan hingga 12 kartu personal berisi beragam metrik yang dipersonalisasi. Pengguna dapat melihat dua belas channel teratas, tema konten favorit, serta grafik pola menonton yang berubah sepanjang tahun.
Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah Watching Personality Type, yaitu kategori kepribadian menonton seperti The Night Explorer, The Deep Diver, atau The Speed Scroller.
Media teknologi seperti Katadata menyebut YouTube bahkan menambahkan tipe lain seperti Adventurer, Creative Spirit, hingga Skill Builder.
Bagi pengguna yang juga memakai YouTube Music, Recap menampilkan rangkuman pelengkap. Seperti daftar artis, lagu, genre, hingga podcast yang paling sering didengarkan pada 2025.
Untuk mengakses Recap, pengguna dapat membuka tab “You” di aplikasi YouTube atau mengunjungi laman khusus melalui browser. Namun, YouTube menegaskan bahwa fitur ini diberikan secara bertahap sehingga tidak semua akun langsung mendapatkannya.
Pengguna harus berusia di atas 13 tahun, memiliki riwayat tontonan aktif sejak Januari hingga Oktober 2025. Serta memakai aplikasi YouTube versi 18.43 atau lebih baru.
Dengan kehadiran Recap 2025, YouTube tidak hanya mengikuti tren rekap akhir tahun, tetapi juga menawarkan refleksi digital yang lebih menyeluruh.
Fitur ini memberikan gambaran lengkap tentang kebiasaan menonton pengguna, meskipun sejumlah pengguna menilai akurasi tipe kepribadian masih memerlukan penyempurnaan. (han)












