Kota Bandung, www.pasjabar.com – Bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah menyebabkan sejumlah warga Jawa Barat (Jabar) terjebak dalam kondisi darurat dan terisolasi. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi imbau warga Jabar unggah kondisi di Medsos jika terjebak banjir longsor di Aceh, Sumut, atau Sumbar.
Merespons situasi ini, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemda Jabar) menyatakan kesiapan penuh untuk memfasilitasi pemulangan warganya.
Dedi Mulyadi Imbau Warga Jabar Unggah Kondisi di Medsos
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi—yang akrab disapa KDM—mengambil langkah yang tidak biasa dan modern dalam penanggulangan krisis ini. KDM secara langsung mengimbau warga Jabar yang terdampak untuk memanfaatkan platform digital dan media sosial.
“Warga Jawa Barat yang terdampak (di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh), jangan ragu mem-posting kondisinya, kami siap membantu agar bisa pulang ke Jabar,” ujar KDM, Selasa (9/12/2025).
Imbauan ini menunjukkan bagaimana Pemda Jabar kini menggunakan media sosial sebagai saluran komunikasi darurat yang cepat, untuk mengidentifikasi dan merespons lokasi warga yang membutuhkan bantuan.
Pemda Jabar Fasilitasi Kepulangan Warga dari Tiga Provinsi
Kesiapan Pemda Jabar mencakup warga yang tersebar di tiga provinsi yang dilanda bencana: Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Pemulangan ini diprioritaskan bagi mereka yang berada dalam kondisi darurat atau terisolasi.
Langkah cepat dan proaktif dari Pemda Jabar menunjukkan komitmen kuat terhadap keselamatan warganya, di mana pun mereka berada.
KDM menegaskan bahwa proses evakuasi dan fasilitasi kepulangan akan ditangani secara tuntas, mulai dari kebutuhan logistik dasar hingga transportasi kembali ke kampung halaman.
Pendekatan ini sangat bergantung pada kecepatan informasi. Dengan meminta warga untuk melapor atau mengunggah kondisi di media sosial, Pemda Jabar berharap dapat memotong rantai birokrasi dan segera mengirimkan tim relawan atau bantuan.
Kabar Baik dari Aceh: 45 Warga Jabar di Takengon Selamat

Langkah crisis response cepat dari Pemda Jabar telah membuahkan hasil, terutama dalam kasus 45 warga Jabar yang sebelumnya dilaporkan terisolasi di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.
Gubernur Dedi Mulyadi memastikan bahwa saat ini, seluruh warga tersebut berada dalam kondisi selamat dan kebutuhan dasarnya terpenuhi.
“Seluruh perbekalan mereka sudah cukup. Relawan sudah melaporkan kondisi di lapangan,” kata KDM.
Pemda Jabar tidak hanya memastikan keselamatan, tetapi juga segera mengirimkan dukungan finansial.
“Kami juga sudah mengirimkan dana untuk kebutuhan makan, minum, dan keperluan lain sampai hari Kamis,” tambahnya.
KDM menegaskan bahwa 45 warga yang sempat terisolasi ini dijadwalkan akan dijemput pada Kamis (11/12/2025) dan segera dipulangkan ke rumah masing-masing.
Bantuan Logistik dan Tiket Pesawat ke Kampung Halaman
Selain kelompok besar di Aceh, Pemdaprov Jabar juga telah berhasil membantu kepulangan kasus individu.
Salah satu warga asal Kota Cirebon berhasil difasilitasi kepulangannya melalui jalur udara.
KDM meminta agar keluarga di kampung halaman tetap tenang karena kebutuhan dasar dan transportasi telah ditanggung sepenuhnya oleh Pemda Jabar.
“Salah satu warga dari Cirebon hari ini sudah kami fasilitasi kepulangannya. Tiket pesawat dan kebutuhan lainnya sudah dipenuhi,” jelas KDM.
Bantuan yang komprehensif ini, mulai dari logistik dasar di lokasi bencana hingga penyediaan tiket pesawat untuk kembali ke Jabar, menjadi standar layanan yang diterapkan Pemda Jabar dalam menghadapi bencana di luar provinsi.
Hal ini menunjukkan pentingnya koordinasi yang cepat dan efektif, didukung oleh saluran komunikasi modern seperti media sosial. (tie)










