CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 26 Maret 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Peringatan Hakordia 2025: Seruan Global Melawan Korupsi

Hanna Hanifah
9 Desember 2025
Hakordia

Setiap 9 Desember diperingati sebagai Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, bertujuan meningkatkan kesadaran bahaya korupsi. (foto: Dok. KPK)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM – Setiap 9 Desember diperingati sebagai Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran global tentang bahaya korupsi.

Hari Antikorupsi tidak dibuat sebagai seremonial semata oleh komunitas internasional, melainkan momentum untuk menegaskan pentingnya kolaborasi dan integritas kolektif melawan praktik koruptif.

Melansir laman resmi KPK, peringatan Hakordia 2025 mengajak masyarakat merayakan kejujuran dan menyatukan aksi antikorupsi. Seruan ini menegaskan bahwa gerakan melawan korupsi membutuhkan partisipasi seluruh elemen bangsa.

Makna Hakordia: Integritas Sebagai Fondasi Bangsa

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, korupsi diartikan sebagai penyalahgunaan uang negara untuk kepentingan pribadi.

Definisi tersebut menjelaskan beratnya dampak korupsi terhadap kehidupan publik. Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia juga bermula dari Konvensi PBB Melawan Korupsi yang digelar pada 31 Oktober 2003.

Baca juga:   Irfan Nur Alam Tersangka Korupsi Proyek Pasar Sindang Kasih Ajukan Praperadilan

Untuk memastikan komitmen global berjalan, Majelis Umum PBB mendorong negara-negara menandatangani serta meratifikasi kesepakatan tersebut.

Sejak penandatanganan di Merida, Meksiko, pada 9 Desember 2003, Hakordia diakui sebagai momen penting untuk menekan bahaya korupsi yang masif. Kesadaran negara-negara anggota PBB terhadap dampak destruktif korupsi menjadi dasar lahirnya peringatan ini.

Penetapan Hakordia dipengaruhi pidato Sekretaris Jenderal PBB saat itu, Kofi Annan, yang menegaskan bahwa korupsi memperberat kemiskinan dan merusak perekonomian negara.

Sehari setelah pidato tersebut, PBB menggelar Konvensi Menentang Korupsi, yang kemudian ditandatangani 40 hari kemudian. Sebanyak 188 pihak, termasuk Indonesia, menyetujui kerangka hukum global tersebut.

Tema Hakordia 2025: “Satukan Aksi, Basmi Korupsi!”

KPK menetapkan tema Hakordia 2025, yaitu “Satukan Aksi, Basmi Korupsi!”. Tema ini menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak dapat berjalan tanpa kolaborasi antarsektor. Tidak satu lembaga pun mampu menghapus korupsi tanpa dukungan publik.

Baca juga:   Rumah Dinas Syahrul Yasin Limpo Digeledah KPK Terkait Korupsi di Kementan

Frasa “Satukan Aksi” mengajak masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, komunitas budaya, hingga sektor industri untuk menyelaraskan langkah nyata. Sementara “Basmi Korupsi” menegaskan tujuan menciptakan sistem pemerintahan yang bersih dan transparan.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa puncak Hakordia 2025 digelar di Yogyakarta.

Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada sejarah kota pendidikan dan budaya, serta tata kelola pemerintahan yang dinilai baik. KPK berharap praktik baik dari Yogyakarta dapat menginspirasi daerah lain.

Hakordia 2025: Relevansi di Tengah Tantangan Zaman

Meski sudah diperingati lebih dari dua dekade, Hakordia 2025 memiliki relevansi tersendiri. Tekanan publik terhadap kasus korupsi semakin besar, sementara institusi penegak hukum terus mendapat sorotan.

Hal ini menjadikan Hakordia bukan lagi ritual tahunan, melainkan panggilan untuk berkontemplasi tentang masa depan integritas bangsa.

Baca juga:   Setelah Habisi Lyon, PSG Diambang Gelar Juara

PBB meresmikan hari ini agar korupsi tidak lagi dianggap persoalan pinggiran. Kini praktik korupsi telah masuk ke jantung kekuasaan, memengaruhi arah kebijakan publik, serta menentukan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, Hakordia dipandang sebagai barometer moral suatu negara.

Korupsi terbukti memperlebar ketimpangan, meningkatkan pengangguran, melemahkan layanan publik, dan memengaruhi stabilitas politik. Setiap rupiah yang dikorupsi berarti layanan publik tereduksi, kualitas pendidikan menurun, fasilitas kesehatan tertunda, dan pembangunan infrastruktur merosot.

Di era digital, bentuk korupsi semakin canggih, lebih senyap, dan sulit dideteksi. Karena itu, Hakordia 2025 mengingatkan bahwa hukum yang kuat saja tidak cukup. Dibutuhkan tekanan sosial dan budaya integritas yang hidup dalam keseharian masyarakat. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Hakordiahakordia 2025Hari Antikorupsi SeduniakorupsiPeringatan Hakordia 2025


Related Posts

Sidang Doktor Nawawi Pomolango
HEADLINE

Sidang Doktor Nawawi Pomolango : Penanganan Bersama Tindak Pidana Korupsi Antar Penegak Hukum (Polri-Kejaksaan-KPK) Ditinjau dari Teori Hukum Integratif

7 Oktober 2025
Dosen Unpas: Korupsi Bukan Masalah Hukum, Tapi Juga Masalah Sosial
PASPENDIDIKAN

Dosen Unpas: Korupsi Bukan Masalah Hukum, Tapi Juga Masalah Sosial

7 Juli 2025
korupsi pasar cigasong
HEADLINE

Paradoks Indonesia: Masyarakat Religius, tapi Korupsi Merajalela

9 Maret 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Mohamed Salah. (Getty Images Sport)
HEADLINE

Analisis Perpisahan Mohamed Salah: Akhir Mendadak Sang Raja Mesir dan Tanya Besar di Anfield

26 Maret 2026

MERSEYSIDE, WWW.PASJABAR.COM – "Halo semuanya, sayangnya, hari itu telah tiba." Kalimat singkat dari Mohamed Salah di depan...

Dean James (kanan) absen membela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. (AFP/Saeed Khan)

Update Skuad Timnas Indonesia FIFA Series 2026: Dean James Mundur, Sisa 23 Pemain Hadapi Saint Kitts & Nevis

26 Maret 2026
apple kamera

Apple Uji Sensor Kamera 200 MP untuk iPhone Generasi Berikutnya

26 Maret 2026
harga pangan

Harga Pangan Fluktuatif, Cabai Rawit dan Ayam Alami Kenaikan

26 Maret 2026
Samsung Resmi Rilis Galaxy A57 dan A37 dengan Fitur AI

Samsung Resmi Rilis Galaxy A57 dan A37 dengan Fitur AI

26 Maret 2026

Highlights

Harga Pangan Fluktuatif, Cabai Rawit dan Ayam Alami Kenaikan

Samsung Resmi Rilis Galaxy A57 dan A37 dengan Fitur AI

Viral di Medsos, Wahana Terbang Rooftop Bandung Diserbu Wisatawan

Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Mati Diduga Terinfeksi Virus

Harga Tiket Naik, Pemudik Tetap Padati Terminal Leuwipanjang Bandung

Harmoni 7 Negara di Skuad Garuda: John Herdman Beberkan Alasan Bawa Gerbong Asisten Asing

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.