BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) Universitas Pasundan (Unpas) dalam rangka Dies Natalis ke-65 Unpas resmi berakhir meriah di GOR Trilomba Juang Pajajaran, Bandung. Persaingan antarfakultas berlangsung ketat dan penuh gengsi, dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpas keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi tiga medali emas dan satu perunggu.
FEB tampil dominan di sejumlah cabang olahraga. Pada voli putri, FEB sukses menaklukkan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan skor meyakinkan 3–0. Pelatih FEB, Julian, menegaskan bahwa kekuatan mental menjadi faktor utama kemenangan timnya.
“Yang pertama dari mental anak-anak. Yang penting mentalnya ada, itu bisa menangkan game. Selain itu juga dari game history,” ujar Julian.
Ia pun berharap tim FEB terus berkembang ke depan.
“Untuk putri, tahun depan harus lebih semangat latihan lagi, semoga bisa back to back juara. Untuk cowok juga semoga bisa menyusul juara seperti putri,” tambahnya.
Solidaritas Tim Jadi Kekuatan FEB
Keberhasilan FEB juga diperkuat solidnya kekompakan tim. Daffa, bagian dari tim kepelatihan, menekankan pentingnya solidaritas.
“Jangan langsung puas. Kekompakan dan solidaritas harus dijaga supaya tahun depan dan tahun berikutnya tetap kejar juara satu.”
Sementara itu, Fakultas Teknik (FT) berjaya di voli putra usai mengalahkan FISIP dengan skor 3–1, serta meraih emas di basket putra setelah menang dramatis 49–41 atas FISIP. Laga final basket putra menjadi pertandingan paling panas, dengan kejar-kejaran skor di setiap kuarter.
Kapten tim basket putra FT, Fadel, mengaku kemenangan ini sangat emosional.
“Senang banget. Ini momen yang ditunggu sejak pertama ikut POM. Alhamdulillah di tahun terakhir kami bisa mengangkat piala.”
Tingginya tensi laga membuat pertandingan sempat memanas hingga panitia memberi teguran keras kepada suporter Fakultas Teknik. Meski demikian, Fadel menyebut fokus tim tetap terjaga.
“Saya sebagai kapten hanya bisa menenangkan. Prinsip kita saling percaya sama teman, dan Alhamdulillah bisa juara.”
Mental Kuat Warnai Final Basket dan Voli
Hal senada disampaikan Agil dan Raihan, pemain FT.
“Mental,” tegas Raihan singkat.
“Mental itu utama, apalagi latihan kita cuma empat kali. Dukungan suporter Teknik juga sangat membantu,” tambah Agil.
Pelatih basket putra FT, Fairus, menilai kekuatan timnya kini lebih matang.
“Basic basket kita sudah kuat, komunikasi hati ke hati juga jalan. Kita percaya sama teman, itu kunci juara,” ujarnya.
Ia berharap chemistry tim bisa terus terjaga agar gelar juara dapat dipertahankan tahun depan.
Di sektor basket putri, FEB kembali berjaya dengan kemenangan telak 52–9 atas Fakultas Hukum. Kapten tim, Fitria, menyebut gelar ini sangat spesial.
“Bangga, senang, terharu. Ini last dance on the court saya, jadi rasanya campur aduk.”
Rekannya, Naira, yang baru pertama kali tampil di POM, juga tak bisa menyembunyikan rasa haru.
“Pengalaman pertama langsung juara. Mental tim dan doa orang tua itu penting.”
Sementara pada cabang Mobile Legends, gelar juara diraih oleh FISIP, menunjukkan kekuatan mereka di cabang esports.
Keberhasilan FEB sebagai juara umum juga mendapat apresiasi dari ofisial voli putri FEB, Rifki (Kibok) dan Jidan.
“Secara latihan mungkin kita kalah dari fakultas lain, tapi mental dan kerja sama di lapangan jadi pembeda,” kata Rifki.
“Kami sebagai FEB selalu hadir di semua cabang, itu menunjukkan kekompakan fakultas,” tambah Jidan.
Sepanjang gelaran POM, GOR Trilomba Juang dipadati suporter, terutama dari Fakultas Teknik dan FISIP, menciptakan atmosfer meriah sekaligus kompetitif.
Pekan Olahraga Mahasiswa Unpas ini bukan hanya ajang perebutan prestasi, tetapi juga momentum memperkuat sportivitas, solidaritas, dan kebanggaan sivitas akademika, sejalan dengan semangat Dies Natalis ke-65 Universitas Pasundan. (*/job)












