MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Awan mendung semakin pekat menyelimuti Old Trafford. Manchester United secara mengejutkan harus angkat koper lebih awal dari ajang Piala FA setelah menderita kekalahan tipis 1-2 dari Brighton & Hove Albion di babak ketiga, Senin (12/1/2026). Manchester United mengulangi catatan kelam 44 tahun silam.
Hasil ini tidak hanya memupus harapan satu-satunya trofi domestik yang tersisa, tetapi juga menyeret “Setan Merah” ke dalam catatan sejarah terburuk mereka dalam lebih dari empat dekade terakhir.
Manchester United Mengulangi Catatan Kelam 44 Tahun Silam
Kekalahan dari Brighton memastikan Manchester United mengulangi rekam jejak kelam yang terakhir kali terjadi pada musim 1981/1982.
Menurut laporan BBC, ini adalah pertama kalinya dalam 44 tahun Setan Merah tersingkir di babak-babak awal pada dua kompetisi piala domestik sekaligus (Piala FA dan Piala Liga Inggris) dalam satu musim yang sama.
Sebelum dipermalukan The Seagulls melalui gol-gol dari Brajan Gruda dan mantan pemain mereka sendiri, Danny Welbeck, MU sudah lebih dulu mencoreng wajah mereka di ajang Piala Liga Inggris (Carabao Cup).
Pada Agustus lalu, secara memalukan mereka ditumbangkan oleh tim kasta ketiga, Grimsby Town. Gol balasan dari penyerang muda Benjamin Sesko ke gawang Brighton pun tak lebih dari sekadar hiburan kecil di tengah puasa gelar yang hampir dipastikan akan berlanjut musim ini.
Kegagalan Darren Fletcher dan Urgensi Manajer Baru
Penunjukan Darren Fletcher sebagai manajer interim pasca-pemecatan manajer sebelumnya terbukti belum mampu memberikan efek kejut (new manager bounce).
Dalam dua pertandingan di bawah kendali Fletcher, MU hanya mampu meraih satu hasil imbang dan satu kekalahan.
Ketidakmampuan Fletcher dalam meramu strategi yang solid membuat manajemen klub kini berada di bawah tekanan hebat untuk segera meresmikan juru taktik permanen.
Beberapa nama besar mulai dikaitkan dengan kursi panas di Old Trafford. Oliver Glasner dan Xavi Hernandez disebut-sebut sebagai kandidat dengan filosofi modern yang dibutuhkan klub.
Di sisi lain, muncul nama Gareth Southgate serta opsi sentimentil untuk memulangkan Ole Gunnar Solskjaer.
Ketidakpastian kursi manajerial ini dianggap sebagai faktor utama ketidakstabilan performa para pemain di lapangan.
Catatan Kelam 44 Tahun Silam dan Masa Depan Suram di Sisa Musim
Dengan tersingkirnya MU dari semua ajang piala domestik, fokus mereka kini hanya tersisa pada kompetisi liga yang posisinya pun masih jauh dari zona papan atas.
Para pendukung mulai menyuarakan rasa frustrasi mereka, mengingat investasi besar yang telah dikeluarkan klub tidak sebanding dengan prestasi di lapangan.
“Catatan buruk ini jelas menyakitkan untuk pendukung MU,” tulis laporan media setempat.
Tanpa arah kepemimpinan yang jelas, Manchester United berisiko mengalami kemunduran yang lebih dalam.
Menemukan manajer yang tepat bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menyelamatkan harga diri klub yang pernah mendominasi tanah Inggris tersebut.
Perbandingan Musim Terburuk Manchester United
| Musim | Piala Liga (Carabao) | Piala FA | Catatan Sejarah |
| 1981/1982 | Tersingkir Babak Awal | Tersingkir Babak Awal | Rekor Terburuk Era 80-an |
| 2025/2026 | Kalah dari Grimsby Town | Kalah dari Brighton | Mengulang Sejarah 44 Tahun |
| Hasil Akhir | Puasa Gelar | Puasa Gelar | Krisis Manajerial |












