# street fighter STKIP Pasundan
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Suasana Kampus STKIP Pasundan Cimahi mendadak panas dan penuh adrenalin.
Puluhan mahasiswa adu nyali dalam Kejuaraan Street Fighter antar mahasiswa STKIP Pasundan, yang digelar pada Selasa (12/1/2026) di GOR Kampus STKIP Pasundan, Jl. Permana No.32B, Citeureup, Kec. Cimahi Utara, Kota Cimahi.
Tak main-main, sebanyak 62 peserta ikut ambil bagian dalam ajang bela diri yang mengundang perhatian ini.
Mereka bertarung langsung di atas ring dengan aturan jelas dan menjunjung tinggi sportivitas.
Ketua pelaksana kegiatan, Adhi Azfar Pratama, mengatakan kejuaraan ini menjadi wadah positif untuk menyalurkan bakat bela diri mahasiswa, sekaligus mencegah aksi kekerasan di luar arena.
“Pesertanya lumayan banyak, ada 62 orang. Harapannya, lewat pertandingan ini, bakat-bakat bela diri bisa tersalurkan. Terutama bagi yang suka berantem di luar, lebih baik disalurkan di dalam ring dengan menjunjung sportivitas,” ujar Adhi.
Ia menjelaskan, ajang Street Fighter STKIP Pasundan Cimahi sebenarnya pernah digelar beberapa tahun lalu, namun sempat terhenti.
Kini, kegiatan tersebut kembali dihidupkan berkat dorongan kuat dari mahasiswa dan pihak kampus.
Dukungan penuh juga datang dari Wakil Ketua I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Alumni, Keislaman, dan Ke-Sundaan STKIP Pasundan, Dr. Akhmad Olih Solihin, M.Pd.
“Kalau berani, jangan cuma di luar. Berani juga di atas ring dengan aturan main yang jelas,” tegasnya.
Juri Profesional
Untuk menjaga kualitas dan keamanan pertandingan, panitia menghadirkan juri profesional, di antaranya Ade Permana dari MMA One Pride, pelatih Bandung Fighting Club, serta pelatih bela diri dari Kabupaten Bandung.
Pihak kampus pun terlibat langsung dalam pengawasan jalannya pertandingan.
Setiap laga berlangsung dalam dua ronde, dan pemenang langsung ditentukan di atas ring.
Salah satu peserta, Arya Pama Putra, mahasiswa STKIP Pasundan jurusan PJKR tingkat 4, mengaku mengikuti kejuaraan ini untuk merasakan sensasi bertanding secara langsung.
“Saya ingin mencoba bagaimana rasanya latihan dan bertanding di atas ring. Meski hanya antar mahasiswa, sensasinya sangat berbeda. Saya memang hobi fighter, boxing, dan kick boxing,” ungkapnya.

Tak hanya mahasiswa pria, ajang ini juga diikuti oleh peserta perempuan.
Siti Nurhalimah Hayati, yang sebelumnya dikenal sebagai atlet panahan, ikut meramaikan kejuaraan ini setelah menekuni Muay Thai.
“Awalnya penasaran. Saya atlet panahan, tapi sekarang ingin coba bela diri. Daripada meluapkan emosi ke hal negatif, lebih baik bertanding langsung karena aturannya jelas,” katanya.
Siti berharap, kejuaraan Street Fighter STKIP Pasundan Cimahi bisa terus berkembang dan ke depan melibatkan kampus-kampus lain secara eksternal.
“Mudah-mudahan tahun depan bukan hanya internal STKIP, tapi bisa antar kampus,” harapnya. (tie)












