JEDDAH, WWW.PASJABAR.COM – Panggung final Supercopa de Espana 2026 di Arab Saudi tidak hanya menyisakan duka bagi Real Madrid karena kekalahan 2–3 dari Barcelona, tetapi juga memicu badai kontroversi terkait sportivitas. Bintang Los Blancos, Kylian Mbappe, kini menjadi sasaran kritik tajam setelah tertangkap kamera diduga mengajak rekan setimnya untuk menolak memberikan penghormatan atau Guard of Honour kepada sang juara.
Insiden ini terjadi sesaat sebelum prosesi pengalungan medali dimulai di King Abdullah Sports City Stadium.
Kekalahan ini terasa sangat menyesakkan bagi Madrid.
Terlebih ini merupakan kegagalan kedua beruntun mereka di final ajang yang sama melawan musuh bebuyutan mereka, Barcelona.
Kontroversi Sikap Mbappe di Pinggir Lapangan Tolak Lakukan Guard of Honour
Berdasarkan laporan jurnalis senior Alfredo Martinez yang dilansir oleh Forbes, Mbappe terlihat sangat emosional setelah peluit panjang dibunyikan.
Dalam sebuah rekaman video yang viral di media sosial, penyerang asal Prancis itu tampak berbicara dengan nada kesal.
Ia memberikan gestur tangan yang mengisyaratkan ajakan untuk segera meninggalkan lapangan tanpa memberi penghormatan kepada para pemain Barcelona.
Rekan-rekan setimnya di Real Madrid tampak sempat bingung dengan aksi kapten timnas Prancis tersebut.
Namun, pada akhirnya, skuad Madrid memang tidak terlihat melakukan prosesi Guard of Honour yang lazim dilakukan dalam tradisi sepak bola Spanyol sebagai bentuk respek kepada pemenang.
Sikap ini memicu perdebatan panas di media sosial, di mana Mbappe dianggap tidak sportif dan gagal menunjukkan kepemimpinan di saat sulit.
Peforma Minim Dampak dan Dominasi Hansi Flick
Kekesalan Mbappe diduga berakar dari performa pribadinya yang sangat minim dampak dalam laga tersebut.
Masuk di babak kedua menggantikan Gonzalo Garcia, Mbappe diharapkan menjadi pembeda.
Namun, statistik Sofascore mencatatkan hasil yang mengecewakan: selama 14 menit di lapangan, Mbappe gagal melepaskan satu pun tembakan ke gawang Barcelona.
Di sisi lain, kemenangan ini semakin mengukuhkan dominasi Hansi Flick atas Real Madrid. Sejak menangani Barcelona, Flick telah mencatatkan enam kemenangan dari tujuh pertemuan El Clasico.
Pelatih asal Jerman itu kini telah mempersembahkan empat gelar bagi publik Catalan dan berpeluang meraih treble musim ini.
Sementara itu, Mbappe yang didatangkan sebagai megabintang baru di Madrid, sejauh ini hanya mampu mempersembahkan dua gelar.
Yaitu Piala Super Eropa dan Piala Interkontinental, prestasi yang dianggap belum sebanding dengan ekspektasi besar publik Madridista.
Dampak Psikologis Los Blancos Berujung Penolakan Lakukan Guard of Honour
Penolakan untuk memberikan Guard of Honour mencerminkan frustrasi mendalam yang dirasakan skuad Real Madrid.
Kalah dua tahun berturut-turut di final dari lawan yang sama dengan skor telak musim lalu (2–5) dan skor tipis musim ini (2–3) menunjukkan adanya kesenjangan kompetitif yang sedang coba ditutup oleh Xabi Alonso.
Bagi Barcelona, kemenangan ini bukan hanya soal trofi, melainkan kemenangan mental yang krusial untuk menatap sisa kompetisi La Liga dan Liga Champions.
Raphinha yang mencetak brace dan Lewandowski yang tetap tajam membuktikan bahwa mesin serangan Barcelona jauh lebih efektif dibandingkan trio lini depan Madrid yang masih mencari bentuk terbaiknya.
Statistik Kontras: Kylian Mbappe vs Dominasi Barcelona
| Kategori | Catatan Performa / Fakta |
| Durasi Main Mbappe | 14 Menit (Masuk Babak Kedua) |
| Total Tembakan Mbappe | 0 Tembakan |
| Rekor Hansi Flick (El Clasico) | 6 Kemenangan dari 7 Laga |
| Total Gelar Flick (Barca) | 4 Trofi (Termasuk Supercopa 2026) |
| Status Madrid di Final | Runner-up (Kalah 2x Beruntun di Final) |












