WWW.PASJABAR.COM – Universitas Padjadjaran (Unpad) menegaskan komitmennya untuk tidak menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibayarkan mahasiswa setiap semester, setidaknya hingga tahun 2029 mendatang.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab Unpad dalam menjaga akses pendidikan tinggi yang terjangkau dan inklusif bagi masyarakat.
Selain mempertahankan UKT pada level yang relatif terjangkau, Unpad juga terus memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial. Rektor Unpad menegaskan bahwa orang tua dan mahasiswa tidak perlu khawatir terkait biaya pendidikan di kampus tersebut.
“Untuk biaya sekolah di Unpad, alhamdulillah Unpad salah satu yang rendah, dan kami berkomitmen dalam beberapa tahun ke depan. Setidaknya sampai 2029 kami tidak akan menaikkan UKT. Kami juga menyiapkan beasiswa, banyak beasiswa untuk adik-adik semua. Mulai dari beasiswa pemerintah, beasiswa yang dikeluarkan oleh Unpad, dan juga beasiswa-beasiswa lainnya untuk mahasiswa yang memang membutuhkan,” ujar Rektor, dilansir dari unpad.ac.id.
Ia menambahkan bahwa Unpad sebagai perguruan tinggi negeri dibangun dan dijalankan dengan dana yang bersumber dari pajak masyarakat.
Sehingga sudah menjadi kewajiban institusi untuk menjaga mutu pendidikan sekaligus membantu mahasiswa yang mengalami kendala finansial agar tetap dapat melanjutkan studi.
Hampir Seperempat Mahasiswa Terima Beasiswa
Salah satu sumber pendanaan beasiswa Unpad berasal dari pengembangan Dana Abadi Unpad yang saat ini telah mencapai sekitar Rp74 miliar.
Dana tersebut dimanfaatkan tidak hanya untuk bantuan pendidikan, tetapi juga untuk pengadaan sarana penunjang pembelajaran.
Pada peringatan Dies Natalis ke-68 Unpad pada September 2025 lalu, Unpad tercatat memberikan beasiswa kepada 400 mahasiswa serta membeli sejumlah peralatan pendidikan dari hasil pengembangan Dana Abadi tersebut.
Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D., memaparkan bahwa hingga pertengahan 2025, sekitar 24 persen mahasiswa Unpad telah menerima beasiswa dari berbagai sumber.
“Dari total sekitar 32.000 mahasiswa, kurang lebih 7.600 di antaranya terbantu melalui beragam program beasiswa, baik internal maupun eksternal,” jelasnya.
Capaian tersebut menjadi bukti komitmen Unpad dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif. Sekaligus memastikan kualitas akademik tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi sebagian mahasiswa. (han)












