RABAT, WWW.PASJABAR.COM – Meski telah mengangkat trofi Piala Afrika 2025 setelah mengalahkan Maroko 1-0 pada Senin (19/1/2026) dini hari WIB, posisi Senegal sebagai juara kini berada di ujung tanduk. Skandal “walk-out” yang terjadi di menit-menit akhir waktu normal memicu tuntutan diskualifikasi dari berbagai pihak, termasuk ancaman hukum dari Federasi Sepakbola Kerajaan Maroko (FRMF).
Kontroversi ini bermula ketika pelatih Senegal, Pape Thiaw, menginstruksikan para pemainnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas penalti yang diberikan wasit untuk Maroko di masa injury time.
Aksi Walk-Out Pelanggaran Regulasi Pasal 64: Ancaman Diskualifikasi Nyata
Berdasarkan regulasi resmi Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) Pasal 64, tindakan meninggalkan lapangan tanpa izin wasit merupakan pelanggaran berat. Regulasi tersebut menyatakan:
“Jika sebuah tim menolak melanjutkan pertandingan atau meninggalkan lapangan sebelum pertandingan berakhir sesuai waktu normal tanpa izin dari wasit, maka tim tersebut akan dinyatakan kalah dan secara permanen didiskualifikasi dari kompetisi yang sedang berlangsung.”
Laga final tersebut sempat tertunda selama hampir 20 menit sebelum akhirnya dilanjutkan setelah Sadio Mane membujuk rekan-rekannya kembali.
Situasi inilah yang menjadi dasar Maroko untuk menggugat keabsahan gelar juara Senegal.
Kritik Pedas Presiden FIFA Gianni Infantino Terhadap Aksi Walk-Out Senegal
Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan pernyataan keras terkait insiden di Stade Prince Moullay Abdallah tersebut.
Meski mengucapkan selamat secara formal, ia mengecam perilaku staf dan pemain Senegal.
“Meninggalkan lapangan dengan cara seperti ini tidak dapat diterima. Kita harus selalu menghormati keputusan wasit. Jika tidak, esensi sepakbola itu sendiri yang dipertaruhkan,” tegas Infantino.
Ia berharap komisi disiplin CAF mengambil tindakan tegas atas perilaku yang dianggap merusak citra sepak bola Afrika tersebut.
Maroko Tempuh Jalur Hukum ke FIFA
Pelatih Maroko, Walid Regragui, menyebut insiden tersebut “memalukan” dan menilai jeda 17 menit akibat protes Senegal telah mengganggu konsentrasi Brahim Diaz saat mengeksekusi penalti Panenka yang akhirnya gagal.
FRMF secara resmi mengumumkan akan menempuh langkah hukum:
-
Gugatan: Mengajukan tuntutan kepada CAF dan FIFA terkait aksi meninggalkan lapangan.
-
Tuntutan: Menilai insiden tersebut berdampak signifikan terhadap performa pemain dan jalannya laga.
-
Pendapat Ahli: FRMF mengeklaim para pakar wasit membenarkan keputusan penalti tersebut.
Sikap Resmi CAF: Penyelidikan Sedang Berjalan
Pihak CAF melalui pernyataan resminya pada Senin (19/1) mengonfirmasi bahwa mereka tengah meninjau seluruh rekaman pertandingan dan bukti visual.
Proses disipliner akan segera dimulai untuk menentukan apakah Senegal tetap berhak menyandang gelar juara atau akan dijatuhi sanksi diskualifikasi yang berujung pada pengalihan gelar ke Maroko.
Kronologi Drama Final Piala Afrika 2025
| Waktu | Kejadian | Dampak |
| Menit 90+2 | Gol Senegal dianulir VAR | Protes keras staf pelatih Senegal |
| Menit 90+4 | Maroko dapat penalti | Skuad Senegal melakukan ‘Walk-Out’ |
| Durasi 17 Menit | Laga Tertunda | Tekanan mental bagi eksekutor penalti |
| Lanjutan Laga | Penalti Brahim Diaz ditepis | Laga berlanjut ke babak tambahan |
| Menit 94 (ET) | Gol Pape Gueye | Senegal menang 1-0 dan angkat trofi |












