BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Operasi pencarian dan pertolongan korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari keempat pada Selasa (27/1/2026).
Petugas gabungan masih terus berupaya mencari puluhan warga yang diduga tertimbun material longsor. Hingga saat ini, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah menerima sebanyak 39 kantong jenazah untuk proses identifikasi.
Dari pantauan udara, longsoran besar yang berasal dari hulu bukit di bawah kaki Gunung Burangrang tampak memanjang hingga sekitar tiga kilometer. Bencana tersebut berdampak pada area seluas kurang lebih 30 hektare dan menyebabkan sekitar 30 rumah warga rusak berat hingga luluh lantak.
Evakuasi Korban Terus Dilakukan di Dua Sektor Pencarian
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan pencarian pada hari keempat difokuskan di dua sektor, yakni sisi timur dan barat Desa Pasirlangu.
“Hari ini pencarian kami fokuskan di dua sektor dengan melibatkan hampir seribu personel SAR gabungan. Kami juga mengerahkan sembilan unit eskavator, tujuh alat pendukung lainnya, serta tim anjing pelacak,” ujar Bramantyo.

Selain pencarian korban yang masih tertimbun, petugas gabungan juga mengevakuasi tiga jasad sekaligus di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu. Ketiganya merupakan satu keluarga, pasangan suami istri beserta anaknya, yang ditemukan dalam kondisi bertumpuk di bawah kayu dan batu.
Salah satu kerabat korban, Ajat Komarudin, mengungkapkan ketiga korban ditemukan setelah empat hari pencarian intensif oleh tim SAR. “Ketiganya ditemukan dalam posisi tertumpuk di bawah material kayu dan batu,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menyatakan seluruh jenazah yang ditemukan langsung diserahkan kepada tim DVI untuk proses identifikasi.
“Hingga hari keempat ini, DVI Polda Jabar telah menerima 39 kantong jenazah. Seluruhnya masih dalam proses identifikasi,” kata Hendra.
Berdasarkan data sementara, diperkirakan masih ada puluhan warga yang belum ditemukan dan diduga masih tertimbun material longsor. Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan petugas. (uby)












