# lampion Imlek Bandung
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, permintaan lampion berukuran besar di Kota Bandung, Jawa Barat, mengalami peningkatan signifikan.
Para pengrajin lampion pun kebanjiran pesanan dari berbagai daerah. Bahkan, sebagian permintaan terpaksa ditolak karena keterbatasan waktu produksi yang semakin mepet menjelang hari raya.
Kondisi tersebut terlihat di sentra pengrajin lampion yang berada di kawasan Jalan Gunung Batu, Kota Bandung.
Sejak beberapa pekan terakhir, aktivitas para pekerja di sentra ini tampak semakin padat.
Mereka sibuk mengerjakan berbagai pesanan lampion, terutama lampion berukuran besar yang menjadi favorit konsumen saat perayaan Imlek.
Dalam satu hari, para pengrajin hanya mampu memproduksi sekitar dua hingga empat unit lampion berukuran besar.
Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian dan waktu yang tidak singkat, terutama untuk memastikan rangka, lapisan kain, hingga detail ornamen terpasang dengan rapi.
Untuk Imlek tahun ini, lampion bulat berwarna merah masih menjadi primadona dan paling banyak dipesan oleh konsumen.
Pemilik sentra pembuatan lampion di kawasan tersebut, Lisye, mengungkapkan bahwa permintaan lampion menjelang Imlek tahun ini memang mengalami peningkatan dibanding hari-hari biasa.
Meski demikian, jumlah pesanan belum seramai tahun sebelumnya. Namun demikian, tingginya permintaan dalam waktu yang terbatas membuat sebagian pesanan terpaksa dibatalkan.
“Permintaan meningkat, tapi karena waktunya sudah dekat dengan Imlek, kami tidak bisa menerima semua pesanan. Tidak cukup waktu untuk mengerjakannya,” ujar Lisye.
Lisye menambahkan, lampion hasil produksinya tidak hanya dipasarkan di wilayah Bandung. Banyak pembeli yang datang dari Jakarta maupun daerah lain di luar Jawa Barat.
Lampion-lampion tersebut umumnya digunakan untuk menghias klenteng, pusat perbelanjaan, restoran, hingga kawasan permukiman yang merayakan Tahun Baru Imlek.
Untuk harga, lampion berukuran besar dibanderol mulai dari sekitar Rp400 ribu per unit.
Harga tersebut disesuaikan dengan tingkat kerumitan desain serta ukuran lampion yang dipesan.
Semakin besar dan detail bentuknya, maka semakin tinggi pula harga jualnya.
Tidak hanya memproduksi lampion bulat merah klasik, para pengrajin di Bandung juga membuat lampion dengan berbagai karakter dan bentuk unik.
Lampion karakter ini biasanya dipesan untuk menarik perhatian pengunjung di ruang publik maupun pusat keramaian selama perayaan Imlek berlangsung.
Meningkatnya permintaan lampion ini menjadi berkah tersendiri bagi para pengrajin, sekaligus menunjukkan bahwa tradisi menyambut Tahun Baru Imlek dengan dekorasi khas masih terus terjaga di tengah masyarakat. (ave)












