WWW.PASJABAR.COM – Persib Bandung sudah meresmikan dua rekrutan anyarnya, yaitu Layvin Kurzawa dan Dion Markx. Kehadiran keduanya diharapkan membuat Persib semakin tangguh.
Khusus soal nama Layvin Kurzawa, nama ini mendapat perhatian khusus dari banyak pihak. Sebab, ia merupakan pemain kelas dunia.
Ia pernah bermain untuk Paris Saint-Germain (PSG), Fulham, AS Monaco, dan beberapa klub lainnya. Ia juga pernah jadi bagian Timnas Indonesia.
Hal itu berbeda dengan Dion Markx yang masih tergolong pemain ‘setengah matang’. Sehingga, perhatian lebih besar lebih diberikan publik kepada Layvin Kurzawa.
Lantas, dengan statusnya sebagai pemain kelas dunia, akankah Layvin Kurzawa mendapatkan perlakuan istimewa di Persib?
Pelatih Bojan Hodak menegaskan tak ada perlakuan berbeda untuk para pemainnya. Tanpa peduli nama besarnya, ia akan memperlakukan semuanya dengan sama.
Ia bahkan menegaskan Layvin Kurzawa harus menunjukkan diri lebih baik dari para pemain yang sudah ada di Persib, khususnya di sektor bek kiri.
“Lihat, dia datang ke sini dan dia ingin bermain. Jadi dia harus lebih baik dari para pemain yang sudah berada di sini sebelumnya. Di manapun, selalu seperti itu,” ujar Bojan Hodak, Selasa (27/1/2026).
Meski begitu, ia mengatakan tentu akan ada porsi latihan yang berbeda antara para pemain senior, termasuk Layvin Kurzawa, dibandingkan pemain muda.
“Satu hal adalah dia sudah berusia 32 tahun jadi perlakukannya tentu berbeda dengan anak muda berusia 18 tahun. Tapi di lapangan dan di latihan, semua mendapat perlakuan yang sama,” jelasnya.
Alasan Merekrut Dion Markx
Bojan Hodak lalu mengungkap soal alasan di balik perekrutan pemain muda Dion Markx. Ia sengaja mendatangkannya untuk menjadi aset masa depan Persib.
Secara kualitas, ia memandang Dion cukup baik. Namun, sang pemain masih hars terus dipoles agar bisa menjadi lebih baik.
“Dia punya masa depan cerah dan kami mendatangkannya untuk masa depan. Bisa dilihat juga hari ini ada enam anak muda di latihan, semuanya adalah masa depan Persib,” tuur Bojan Hodak.
Kehadiran Dion sendiri menambah ketat persaingan, khususnya di antara sesama pemain muda berstatus U-23. Namun, hal itu jadi satu hal positif. Sebab, ia punya banyak pilihan sekaligus punya banyak bibit berkualitas.
“Saya memiliki lebih banyak pilihan dan ini bagus,” cetusnya.
Persib sendiri sudah punya Kakang Rudianto dan Robi Darwis yang selama ini diandalkan untuk memenuhi kewajiban memainkan satu pemain U-23 di starter selama minimal 45 menit.
Di luar dua nama itu, Persib punya nama lain, yaitu Fitrah Maulana dan Nazriel Alvaro. Keduanya sudah pernah dimainkan dan memiliki potensi berkembang.
Ada juga sosok Zulkifli Lukmansyah yang mencuri perhatian di Piala Presiden 2026. Meski begitu, ia belum menjalani debut. Namun, kehadirannya tetap cukup bagus untuk kedalaman skuad Persib.
“Tapi dia banyak berkembang jika dibandingkan sejak awal musim. Jadi ketika ada 5-6 pemain dalam tim, tentu itu menjadi lebih bagus untuk persaingan,” tandas Bojan Hodak.
Belum Latihan, Tak Akan Dibawa ke Solo
Sementara itu, hingga Selasa (27/1/2026), kedua pemain anyar Persib belum bergabung dalam sesi latihan engan kendala masing-masing.
Layvin Kurzawa dan Dion Markx masih perlu mengurus administrasi. Bahkan, Dion masih belum tiba di Bandung. Ia diharapkan secepatnya segera tiba.
Bojan Hodak pun memastikan kedua pemain anyarnya itu tak akan dibawa ke Solo untuk melakoni laga kontra Persis Solo di Stadion Manahan, Sabtu (31/1/2026). Itu karena kondisi keduanya belum memungkinkan dibawa dan dimainkan.
“Mereka tidak dibawa karena mereka harus berlatih dan tidak bisa hanya datang lalu bermain. Mereka bisa cedera jika melakukan itu,” jelas Bojan Hodak. (ars)












