CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 3 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Lukisan Api di Langit Siang: Fenomena Gerhana Matahari Cincin Kembali Menyapa Bumi

pri
3 Februari 2026
Gerhana Matahari Cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. (freepik.com)

Gerhana Matahari Cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. (freepik.com)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM — Pernahkah Anda membayangkan Matahari terlihat seperti cincin bercahaya yang sangat indah di tengah langit pada waktu siang hari bolong. Fenomena langka yang sangat menakjubkan ini disebut gerhana Matahari cincin dan menjadi perhatian besar bagi para pengamat astronomi dunia.

Pada tanggal 17 Februari 2026 fenomena alam ini diprediksi akan kembali menyapa penduduk Bumi.

Gerhana Matahari cincin terjadi saat posisi Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari namun tidak menutupi seluruh piringan.

Bagian tepi Matahari tetap memancarkan cahaya terang sehingga membentuk lingkaran bercahaya yang sangat indah mengelilingi siluet gelap piringan Bulan.

Rahasia Jarak Bulan dan Bumi Dalam Menciptakan Efek Cincin Api Sempurna

Kunci utama terjadinya fenomena gerhana Matahari cincin terletak pada variasi jarak antara posisi Bulan dengan planet Bumi kita ini.

Baca juga:   Arsenal Pesta Gol Di Elland Road: Skuad The Gunners Hancurkan Leeds United 4-0 Dan Kokohkan Posisi Di Puncak Klasemen

Gerhana jenis cincin ini hanya akan terjadi apabila Bulan berada pada titik orbit yang relatif cukup jauh dari planet Bumi.

Karena jarak yang jauh tersebut maka diameter tampak Bulan menjadi terlihat lebih kecil jika dibandingkan dengan ukuran piringan pilar Matahari.

Akibatnya piringan Bulan tidak mampu menutupi seluruh bagian Matahari secara keseluruhan meskipun posisinya berada tepat di garis lurus pusat.

Fase puncak gerhana akan menghadirkan pemandangan langit yang sangat kontras dan juga sangat dramatis bagi setiap orang yang menyaksikannya.

Perbedaan Dasar dengan Gerhana Total dan Alasan Mengapa Fenomena ini Langka

Banyak orang sering menyamakan gerhana Matahari cincin dengan gerhana Matahari total padahal kedua fenomena tersebut memiliki perbedaan yang mendasar.

Baca juga:   XO, Kitty Lanjut ke Season 3: Drama dan Romansa Musim Panas di KISS

Pada gerhana cincin langit tidak akan menjadi gelap total karena sebagian cahaya Matahari masih tetap terlihat memancar ke permukaan Bumi.

Setiap gerhana cincin hanya bisa diamati secara sempurna di wilayah lintasan tertentu yang sering disebut sebagai jalur cincin api.

Pada kasus gerhana tanggal 17 Februari 2026 nanti jalur utama fenomena ini diprediksi hanya akan melintasi beberapa wilayah yang terpencil.

Kombinasi posisi orbit yang sangat presisi membuat peristiwa astronomi ini tergolong sebagai salah satu fenomena alam yang sangat langka.

Prosedur Keamanan Pengamatan dan Pentingnya Edukasi Sains Bagi Masyarakat Umum

Meskipun terlihat sangat indah namun gerhana Matahari cincin sama sekali tidak aman jika diamati hanya menggunakan mata telanjang secara langsung.

Cahaya Matahari yang sangat kuat dapat merusak jaringan retina mata secara permanen sehingga pengamat wajib menggunakan alat pelindung mata khusus.

Baca juga:   SUNGAI, CITARUM!!SIAP JADI BERSIH

Masyarakat sangat disarankan untuk menggunakan kacamata khusus gerhana atau teleskop yang telah dilengkapi dengan filter Matahari yang berstandar internasional.

Peristiwa kosmik ini menjadi momen sangat penting bagi para ilmuwan untuk kembali menguji perhitungan orbit benda langit di tata surya.

Gerhana Matahari cincin mengajarkan manusia tentang keteraturan alam semesta yang bekerja dengan tingkat presisi yang benar-benar sangat luar biasa.

Detail Informasi Gerhana Matahari Cincin (17/02/2026)

Aspek Astronomi Penjelasan Fenomena
Nama Ilmiah Annular Solar Eclipse
Penyebab Utama Bulan berada pada posisi terjauh (Apogee)
Visual Utama Lingkaran cahaya menyerupai “Cincin Api”
Risiko Pengamatan Kerusakan retina jika tanpa filter khusus
Tujuan Ilmiah Validasi data satelit dan orbit benda langit
Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: 2026AstronomiBerita Astronomi Terbaru 2026Cara Aman Melihat Gerhana MatahariCincin ApiEdukasi Langitfenomena alamFenomena Cincin Api Astronomigerhana mataharigerhana matahari cincinGerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026Penyebab Gerhana Matahari Cincinsainstata surya


Related Posts

logo Liga Nusantara. (ileague.id)
HEADLINE

Kenyataan Pahit Liga Nusantara: Enam Tim Resmi Terdegradasi ke Liga 4 Termasuk Tim Legendaris Persikabo dan PSDS Deli Serdang

3 Februari 2026
instagram/@marteen paes
HEADLINE

Si Tembok Indonesia di Amsterdam: Maarten Paes Resmi Bergabung dengan Ajax dan Memperkenalkan Julukan Spesialnya Kepada Publik Liga Belanda

3 Februari 2026
Kiper Cremonese, Emil Audero, mengalami cedera setelah ledakan suar di lapangan pada laga Serie A Italia antara US Cremonese dan Inter Milan di Stadion Giovanni Zini di Cremona, Italia utara, pada 1 Februari 2026.(AFP/PIERO CRUCIATTI)
HEADLINE

Karma Instan Supporter Anarkis: Pelaku Pelemparan Petasan Emil Audero Kehilangan Tiga Jari Tangan Akibat Ledakan

3 Februari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

logo Liga Nusantara. (ileague.id)
HEADLINE

Kenyataan Pahit Liga Nusantara: Enam Tim Resmi Terdegradasi ke Liga 4 Termasuk Tim Legendaris Persikabo dan PSDS Deli Serdang

3 Februari 2026

WWW.PASJABAR.COM -- Kompetisi kasta ketiga sepak bola Indonesia yakni Liga Nusantara telah memastikan 6 tim harus terdegradasi ke...

instagram/@marteen paes

Si Tembok Indonesia di Amsterdam: Maarten Paes Resmi Bergabung dengan Ajax dan Memperkenalkan Julukan Spesialnya Kepada Publik Liga Belanda

3 Februari 2026
Kiper Cremonese, Emil Audero, mengalami cedera setelah ledakan suar di lapangan pada laga Serie A Italia antara US Cremonese dan Inter Milan di Stadion Giovanni Zini di Cremona, Italia utara, pada 1 Februari 2026.(AFP/PIERO CRUCIATTI)

Karma Instan Supporter Anarkis: Pelaku Pelemparan Petasan Emil Audero Kehilangan Tiga Jari Tangan Akibat Ledakan

3 Februari 2026
Indonesia vs Vietnam futsal

Indonesia vs Vietnam di Perempat Final AFC Futsal Asia 2026: Misi Balas Dendam Garuda Demi Sejarah Baru

3 Februari 2026
SNBP 2026

SNBP 2026 Dibuka 3–18 Februari, Ini Panduan Lengkapnya

3 Februari 2026

Highlights

Indonesia vs Vietnam di Perempat Final AFC Futsal Asia 2026: Misi Balas Dendam Garuda Demi Sejarah Baru

SNBP 2026 Dibuka 3–18 Februari, Ini Panduan Lengkapnya

Gerhana Matahari Cincin Hiasi Langit 17 Februari, Indonesia Tak Terlintasi

Isak Tangis Warnai Pemakaman Widia, Korban Longsor Cisarua

SESKOAU Gandeng L’Eminence Lembang Optimalkan Pemanfaatan Aset Negara

Pemkot Bandung Gelar Bazar Murah Utama Tekan Harga Jelang Ramadan

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.