BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Ratusan warga terdampak bencana tanah longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih bertahan di posko pengungsian hingga Selasa (2/2/2026) pagi. Para pengungsi yang menempati Aula Kantor Desa Pasirlangu berharap pemerintah daerah segera menyiapkan lokasi relokasi permanen karena sudah terlalu lama tinggal di pengungsian.
Memasuki hari ke-11 pascabencana, tercatat sebanyak 51 kepala keluarga atau 167 jiwa masih mengungsi di posko tersebut. Selain mulai merasa jenuh, para pengungsi mengaku ingin segera kembali menjalani aktivitas sehari-hari, khususnya berkebun, sebagai sumber mata pencaharian utama mereka.
Salah seorang pengungsi, Ai, mengatakan kondisi di pengungsian semakin berat seiring waktu.
“Kami berharap bisa segera direlokasi. Sudah lama di posko, ingin kembali berkebun dan menjalani kehidupan seperti biasa,” ujarnya.
Pemkab Siapkan Relokasi Warga Terdampak
Selain persoalan psikologis dan ekonomi, sejumlah pengungsi juga mulai mengalami gangguan kesehatan. Beberapa warga dilaporkan terserang gejala penyakit ringan dan secara bergantian memeriksakan kondisi kesehatan ke posko medis yang disediakan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyatakan tengah mengupayakan penyediaan hunian baru bagi warga terdampak longsor Cisarua. Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, mengatakan proses identifikasi lahan relokasi telah dilakukan bersama Badan Geologi.
“Ada sekitar 53 rumah yang harus direlokasi karena tertimbun material longsor atau berada di zona merah. Lokasi relokasi yang diidentifikasi relatif aman dan tidak jauh dari kantor desa,” kata Ade Zakir.
Di sisi lain, proses pencarian korban longsor masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Hingga Selasa pagi, 83 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 61 jenazah telah teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi.
Operasi pencarian dan evakuasi akan terus dilanjutkan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel di lapangan. (uby)












