BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Konsumen Paguyuban Pasundan Walatra Tahun Buku 2025 digelar pada Jumat (13/2/2026), di Gedung Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera No. 41, Kota Bandung.
Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Kepedulian dan Kontribusi Anggota bagi Peningkatan Kesejahteraan Anggota”.
RAT dihadiri Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., Sekjen Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Budiana, S.IP., M.Si., Ketua YPT Pasundan Dr. Cece Suryana, SH., M.M., Ketua YPDM Pasundan Prof. Dr. H. Dadang Mulyana, M.Si., serta pengurus dan anggota koperasi. Hadir pula Ketua Dekopinda Kota Bandung H. Usep Sumarno, M.M., M.Si., Ph.D., Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung Rajabasa Pimpinan Berutu, S.Sos, M.AP., serta Dewan Penasihat Koperasi Jawa Barat, Dr. H. Mustofa Jamaludin, MSi.
Ketua Umum Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., pun dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan nilai-nilai kekeluargaan sebagai fondasi utama koperasi.
Saat ini, Koperasi Walatra memiliki 157 anggota dengan 97 anggota aktif. Pengurus menargetkan penambahan anggota, termasuk dari kalangan perguruan tinggi di bawah naungan Paguyuban Pasundan.
“Alhamdulillah, koperasi kami dinyatakan sehat. Ke depan, kami ingin menambah anggota dan mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja koperasi,” ungkap Prof. Erni dalam wawancara usai kegiatan.

Sementara itu, Ketua Koperasi Konsumen Paguyuban Pasundan Walatra, Prof. Dr. Erni Rusyani, S.E., M.M., menegaskan bahwa koperasi tidak sekadar entitas bisnis, melainkan wadah kebersamaan yang dibangun atas nilai gotong royong dan kepedulian anggota.

“Koperasi bukan hanya soal modal finansial, tetapi juga modal sosial dan kepedulian kolektif dari setiap anggotanya. Kesuksesan usaha bersama hanya akan terwujud jika dibangun di atas kepedulian dan kontribusi,” ujarnya.
Prof. Erni juga mengakui adanya penurunan pendapatan koperasi akibat kebijakan pelarangan penjualan seragam sekolah di lingkungan pendidikan, yang sebelumnya menjadi sumber utama usaha koperasi.
“Kondisi ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan titik perubahan untuk mencari peluang usaha baru yang lebih inovatif,” katanya.
Koperasi Dinilai Sehat, Didorong Beradaptasi

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Rajabasa Pimpinan Berutu, S.Sos, M.AP., mengapresiasi pelaksanaan RAT yang dinilai tepat waktu dan menunjukkan tata kelola yang baik.
Berdasarkan hasil penilaian kesehatan koperasi tahun 2025, Koperasi Walatra memperoleh nilai 86,17 atau masuk kategori sehat.
“Kami berharap koperasi ini bisa semakin berkembang. Rasio keuangannya sudah baik, tinggal dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.
Ia juga mendorong koperasi untuk segera mengurus izin usaha simpan pinjam serta mulai mengadopsi sistem digital agar lebih kompetitif dan menarik minat generasi muda.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Kota Bandung, H. Usep Sumarno, M.M., M.Si., Ph.D., mengingatkan pentingnya tata kelola koperasi yang sehat dan transparan, serta budaya menabung di kalangan anggota.

Kegiatan RAT berlangsung tertib dan penuh antusiasme hingga akhir acara. Sebagai penutup, panitia membagikan doorprize kepada para pengurus dan anggota koperasi yang hadir, menambah suasana kebersamaan dan keakraban dalam forum tahunan tersebut. (han)












