WWW.PASJABAR.COM – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, sejumlah persiapan terus dilakukan jajaran pemerintah daerah bersama Polda Jabar, dan beberapa ruas tol baru, yakni Tol Bocimi dan Japek II Selatan, akan difungsikan guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik tahun ini.
Sementara itu, Kapolda Jabar memprediksi puncak arus mudik terjadi satu pekan sebelum Hari Raya.
Mendekati masa angkutan Lebaran, jajaran kepolisian melakukan peninjauan langsung ke sejumlah ruas tol yang akan digunakan pemudik. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolda Jabar Rudi Setiawan dan melibatkan instansi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta pihak Jasa Marga.
Menurut Rudi, berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, mulai dari pengaturan lalu lintas, rekayasa arus kendaraan, hingga dukungan sarana dan prasarana di titik-titik rawan kepadatan.
Ia menegaskan bahwa pengoperasian Tol Bocimi dan Japek II Selatan diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan yang setiap tahun meningkat signifikan.
“Sejumlah ruas tol baru akan kami fungsikan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga akan dimatangkan melalui Rapat Koordinasi Nasional pada 2 Maret di Jakarta,” ujar Rudi.
Puncak Mudik Diprediksi 12 Maret 2026
Kapolda Jabar memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat akan terjadi pada 12 Maret 2026, atau sekitar sepekan sebelum Hari Raya. Karena itu, seluruh personel dan sarana pendukung akan disiagakan lebih awal.
Sementara itu, Dedi Mulyadi memastikan kesiapan infrastruktur jalan provinsi dalam kondisi optimal.
“Mudik tahun ini jalan provinsi di Jawa Barat dalam kondisi mulus dan terang, sehingga masyarakat bisa berkendara dengan aman dan nyaman,” kata Dedi.
Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pengelola jalan tol, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jawa Barat dapat berjalan lancar serta meminimalkan potensi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas. (uby)












