WWW.PASJABAR.COM – Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) kembali melahirkan doktor baru di bidang Ilmu Manajemen. Iis Dewi Fitriani resmi meraih gelar doktor setelah menjalani Sidang Promosi Doktor yang digelar pada Jumat (13/3/2026).
Sidang promosi tersebut berlangsung di Aula Mandalasaba dr. Djoenjoenan, Aula Pascasarjana Unpas, Jalan Sumatra No. 41, Kota Bandung. Sidang dipimpin oleh Ketua Sidang Promosi Doktor Prof. Dr. H. Azhar Affandi, SE., M.Sc.
Dalam sidang tersebut, Iis mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Kualitas Pelayanan, Biaya Pendidikan dan Citra Lembaga terhadap Kepuasan serta Dampaknya pada Kepercayaan Siswa (Survei pada Siswa SMA Muhammadiyah Terakreditasi A di Wilayah Bandung Metropolitan).”
Tim promotor dalam sidang ini adalah Prof. Dr. Ir. H. Nandan Limakrisna, MM., sebagai promotor dan Dr. H. Popo Suryana, SE., M.Si., sebagai co-promotor. Sementara tim penelaah sekaligus penguji atau oponen ahli terdiri dari Prof. Dr. H. Bambang Heru P., M.S., Prof. Dr. H. Jaja Suteja, SE., M.Si., Dr. H. Undang Juju, SE., M.Si., serta Prof. Dr. H. M. Sidik Priadana, M.S.

Dalam sidang tersebut, Iis dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,70 dengan yudisium sangat memuaskan. Ia juga tercatat sebagai lulusan ke-602 Program Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas.
Kepuasan Siswa Jadi Kunci Kepercayaan
Dalam disertasinya, Iis menyoroti pentingnya kepercayaan siswa terhadap lembaga pendidikan sebagai faktor utama dalam membangun kualitas pendidikan yang berkelanjutan.
Menurutnya, kepercayaan siswa terhadap sekolah dapat terbentuk melalui tingkat kepuasan siswa selama menjalani proses pembelajaran. Kepuasan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kualitas pelayanan pendidikan, biaya pendidikan yang sesuai, serta citra lembaga yang positif.
Penelitian ini dilakukan pada siswa SMA Muhammadiyah terakreditasi A di wilayah Bandung Metropolitan. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan explanatory survey dan analisis kuantitatif menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) terhadap 223 responden.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, biaya pendidikan, dan citra lembaga memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan siswa sebesar 77,9 persen. Sementara itu, kepuasan siswa juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepercayaan siswa terhadap lembaga pendidikan sebesar 86,6 persen.
Dorong Evaluasi Layanan Pendidikan
Ditemui usai sidang, Iis menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukannya bertujuan untuk memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan SMA Muhammadiyah terakreditasi A di wilayah Bandung Metropolitan.
“Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan peningkatan, khususnya kepada SMA Muhammadiyah terakreditasi A di wilayah Bandung Metropolitan agar dapat lebih maju lagi melalui pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif,” ujar Iis.
Ia berharap hasil penelitiannya dapat menjadi bahan evaluasi bagi lembaga pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada siswa.

“Harapan saya penelitian ini dapat menjadi bahan bagi para pelaku di dunia pendidikan untuk melakukan evaluasi terhadap aspek-aspek yang belum optimal, serta terus melakukan monitoring dan evaluasi agar lembaga pendidikan dapat berkembang lebih baik lagi,” katanya.
Selain itu, Iis juga berharap penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan wilayah penelitian agar memberikan gambaran yang lebih komprehensif.
“Penelitian ini masih terbatas pada wilayah Bandung Metropolitan, sehingga diharapkan penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan hingga tingkat Jawa Barat bahkan nasional dengan menambah variabel penelitian,” ujarnya.
Iis juga menyampaikan apresiasi terhadap Pascasarjana Universitas Pasundan yang telah menjadi tempat menempuh pendidikan sejak jenjang magister hingga doktor.
“Pascasarjana Unpas merupakan tempat ternyaman bagi saya untuk menempuh pendidikan dari S2 hingga S3. Harapan saya Unpas semakin maju, berkembang, serta terus melahirkan banyak mahasiswa dan akademisi berkualitas,” pungkasnya. (han)












