BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Isak tangis menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sirna Raga, Kota Bandung, pada Minggu (15/3/2026) siang. Keluarga, kerabat, hingga teman sejawat berkumpul untuk mengantarkan Muhammad Fahdly Arjasubrata ke peristirahatan terakhirnya.
Pelajar asal SMAN 5 Bandung tersebut mengembuskan napas terakhir setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Jalan Cihampelas, Jumat malam lalu.
Suasana Haru Pemakaman Fahdly Arjasubrata
Diiringi lantunan ayat suci Al-Qur’an, jenazah Fahdly dimasukkan ke liang lahat. Orang tua korban tampak tak kuasa menahan kesedihan mendalam saat melihat putra mereka dikebumikan.
Di mata teman-temannya, Fahdly dikenal sebagai pribadi yang sangat baik dan aktif dalam organisasi sekolah. Kyla, salah satu teman korban, mengenang almarhum sebagai sosok yang ringan tangan.
“Almarhum orangnya baik sekali. Dia sering meminjamkan kamera pribadinya untuk keperluan dokumentasi organisasi sekolah. Kami benar-benar merasa kehilangan,” ujar Kyla dengan mata berkaca-kaca di lokasi pemakaman.
Desak Polisi Usut Tuntas
Kepergian Fahdly yang mendadak dan tragis memicu simpati sekaligus kemarahan dari rekan-rekan sekolahnya. Alex dan Umam, teman almarhum lainnya, meminta pihak kepolisian untuk bertindak tegas dan segera menangkap para pelaku yang terlibat.
“Kami minta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Jangan sampai pelakunya berkeliaran, kami ingin keadilan untuk teman kami,” tegas mereka.
Kronologi Singkat
Peristiwa memilukan ini bermula pada Jumat (13/3) malam. Muhammad Fahdly Arjasubrata diketahui baru saja pulang dari acara buka puasa bersama teman-teman sekolahnya. Saat melintasi Jalan Cihampelas, korban diduga dihadang dan dikeroyok oleh sekelompok orang tak dikenal.
Video yang memperlihatkan korban tergeletak di pinggir jalan sempat viral di media sosial dan menggegerkan warga Bandung. Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani dan masuk dalam tahap penyelidikan oleh pihak Satreskrim Polrestabes Bandung.
Pihak kepolisian dikabarkan tengah mengumpulkan bukti-bukti dari kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi para pelaku. (Uby)












