RIYADH, WWW.PASJABAR.COM – Al-Ahli resmi menobatkan diri sebagai raja diraja sepak bola Asia setelah berhasil keluar sebagai juara Liga Champions AFC (ACL) 2025/2026 setelah menumbangkan wakil Jepang, Machida Zelvia, dengan skor tipis 1-0 dalam laga final yang penuh drama pada hari Sabtu malam.
Kemenangan ini terasa sangat heroik lantaran Al-Ahli harus bermain dengan sepuluh orang sejak pertengahan babak kedua. Namun, ketangguhan mental sang juara bertahan terbukti mampu meredam gempuran lawan hingga akhirnya mencetak gol penentu di babak perpanjangan waktu.
Insiden Kartu Merah Zakaria Al Hawsawi
Laga sejatinya berjalan sangat alot dengan kedua tim bermain hati-hati sejak sepak mula. Namun, tensi pertandingan mendadak memanas pada menit ke-68. Sebuah keributan pecah di tengah lapangan saat kedudukan masih imbang 0-0, melibatkan bek kiri Al-Ahli, Zakaria Al Hawsawi, dan pemain Machida asal Australia, Tete Yengi.
Kedua pemain terlibat adu mulut yang hebat sebelum Al Hawsawi kehilangan kendali emosinya. Pemain asal Arab Saudi tersebut melayangkan tendangan kepala keras yang mengenai wajah Yengi. Aksi brutal ini membuat Yengi langsung terkapar, sementara wasit tanpa ragu mencabut kartu merah langsung untuk Al Hawsawi.
Meski sempat melayangkan protes, Al Hawsawi harus meninggalkan lapangan dan membiarkan rekan-rekannya berjuang dengan kekurangan jumlah pemain selama sisa waktu pertandingan normal. Insiden ini juga memicu amarah suporter di stadion yang sempat melempari Yengi dengan berbagai benda saat sang pemain mendapatkan perawatan medis akibat pendarahan di wajahnya.
Firas Al Buraikan Jadi Pahlawan Al-Ahli di Liga Champions AFC (ACL) 2025/2026
Kekurangan pemain justru membuat pertahanan Al-Ahli semakin rapat. Machida Zelvia yang mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah personel gagal membongkar tembok kokoh Al-Ahli hingga waktu normal berakhir. Laga pun harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Momen yang dinanti-nanti pendukung Al-Ahli akhirnya tiba. Melalui sebuah serangan balik yang terencana, Firas Al Buraikan muncul sebagai pahlawan. Memanfaatkan kemelut di area penalti lawan, penyerang timnas Arab Saudi tersebut berhasil menyontek bola ke dalam gawang yang menggetarkan jala Machida.
Gol tunggal tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, memastikan Al-Ahli membawa pulang trofi bergengsi itu kembali ke Jeddah.
Dominasi Arab Saudi di Asia
Dengan hasil ini, Al-Ahli sukses mempertahankan gelar juara Liga Champions AFC. Pada musim 2024/2025 lalu, mereka juga merajai Asia setelah mengalahkan wakil Jepang lainnya, Kawasaki Frontale, dengan skor 2-0. Keberhasilan back-to-back ini menegaskan dominasi klub-klub Arab Saudi di kancah internasional, seiring dengan investasi besar-besaran yang dilakukan negara tersebut di sektor sepak bola.












