BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Sejumlah penari menampilkan pertunjukan seni tari di kawasan Braga, Kota Bandung, Rabu (29/4/2026) untuk memperingati Hari Tari Sedunia.
Kegiatan yang digelar oleh Bongkeng Art Space ini mengusung tajuk “Gerak Semesta: Menari dalam Keberagaman, Berkarya untuk Peradaban”.

Sebanyak 21 penari dari berbagai sanggar di Jawa Barat turut ambil bagian dalam perhelatan ini. Mereka menampilkan beragam genre tari, mulai dari tari tradisional, kreasi baru, hingga kontemporer.
Pertunjukan yang digelar di ruang terbuka ini berhasil menarik perhatian warga dan wisatawan yang melintas di kawasan Braga.

Acara tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Road to Bandung Arts Festival #12 yang bertujuan memperkuat ekosistem seni sekaligus membuka ruang ekspresi bagi pelaku seni lintas generasi.
Selain sebagai hiburan, kegiatan ini menghadirkan nilai edukasi dan apresiasi terhadap seni tari sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Seni Tari Didekatkan ke Ruang Publik
Perwakilan Bongkeng Art Space menyampaikan bahwa pemilihan ruang publik sebagai lokasi pertunjukan bertujuan untuk mendekatkan seni tari kepada masyarakat luas.
“Melalui ruang publik, kami ingin mendekatkan seni tari agar bisa dinikmati secara inklusif dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Mengusung tema “Gerak Semesta”, kegiatan ini menegaskan bahwa tari merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan keberagaman. Seni tari tidak hanya dipandang sebagai gerakan, tetapi juga sebagai medium refleksi kehidupan dan peradaban yang melampaui batas budaya.
Tak sekadar pertunjukan, acara ini juga menjadi wadah kolaborasi antar seniman, sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pelestarian seni tradisional di tengah arus modernisasi. Antusiasme penonton menunjukkan bahwa seni tari masih memiliki tempat di hati masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap nilai seni budaya semakin meningkat. Selain itu, generasi muda didorong untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam perkembangan seni, khususnya menjelang puncak Bandung Arts Festival #12. (eci)











