WWW.PASJABAR.COM – Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, bersiap menjadi saksi bisu duel sengit dalam laga pekan ke-30 Super League 2025/2026 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC vs Persib Bandung.
Persib yang kini tengah memburu tiga poin harus meladeni tantangan Bhayangkara FC yang sedang dalam tren positif. Bahkan, pada putaran kedua, Bhayangkara FC tampil cukup mengerikan.
Pelatih Persib Bojan Hodak menyadari sepenuhnya Bhayangkara bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata. Transformasi besar-besaran di putaran kedua telah mengubah mereka menjadi salah satu kontestan paling berbahaya di liga.
Perubahan komposisi pemain menjadi kunci utama di balik kebangkitan tim berjuluk ‘The Guardian’ tersebut. Sebab, yang datang merupakan pemain kualitas tinggi.
“Pertandingan yang sulit. Saya pikir di paruh kedua musim ini mereka adalah salah satu tim terbaik (di Super League),” kata Bojan Hodak, Rabu (29/4/2026).
Kewaspadaan pria asal Kroasia itu bukan tanpa alasan. Ia menyoroti tajamnya lini serang Bhayangkara FC yang kerap menghancurkan lawan lewat skema transisi kilat. Kehadiran tiga amunisi baru di barisan depan menjadi momok yang harus diredam oleh lini pertahanan Persib jika tak ingin kehilangan momentum juara.
“Mereka merekrut tiga penyerang baru dan menjadi sangat berbahaya, terutama dalam serangan balik,” jelas Bojan Hodak.
Meski menyadari ancaman besar mengintai, optimisme tetap membuncah di dada Bojan Hodak. Baginya, menjaga konsistensi adalah harga mati demi tetap berada di jalur perebutan takhta juara.
Harapan besar ia gantungkan pada pundak para penggawa Maung Bandung untuk tampil habis-habisan. Ia pun percaya para pemain akan tampil habis-habisan.
Pemain yang Pernah Diincar
Menariknya, laga ini juga menjadi ajang ‘reuni’ terselubung bagi Bojan Hodak. Ia secara terbuka mengakui kualitas individu pemain lawan, terutama sang ujung tombak Henry Doumbia dan motor serangan Moussa Sidibe.
Ada cerita lama yang terungkap. Bojan Hodak ternyata sudah lama mengagumi bakat Henry, bahkan jauh sebelum sang pemain menginjakkan kaki di kompetisi Indonesia.
“Dengar, saya kenal Henry. Saya sempat ingin merekrutnya saat di KL (Kuala Lumpur FA), tapi dia terlalu mahal. Itu sekitar 5-6 tahun yang lalu,” tutur Bojan Hodak.
Tak hanya Henry, nama Moussa Sidibe juga sempat masuk dalam daftar belanja Persib sebelum musim ini bergulir. Namun, Johor Darul Ta’zim (JDT) membuat ambisi Bojan untuk memboyong Sidibe ke Bandung harus kandas di tengah jalan.
“Sidibe juga sebenarnya kami inginkan dengan status pinjaman sebelum musim dimulai, tapi JDT tidak mau melepasnya sebagai pemain pinjaman. Jadi saya tahu semua pemain ini,” ujarnya.
Bagi Bojan, kekuatan Bhayangkara merata di setiap lini. Kedisiplinan kolektif menjadi satu-satunya cara untuk memutus rantai hasil positif yang diraih lawan belakangan ini. Namun, ia juga mengingatkan Persib memiliki taring yang tak kalah tajam untuk membuat lawan merasa gentar.
“Mereka semua berbahaya, Anda bisa melihat hasil yang mereka raih belakangan ini. Mereka semua bermain dengan baik, jadi kami harus mencoba menghentikan ini,” ucapnya.
“Tapi kami juga punya beberapa pemain bagus. Mereka juga perlu memikirkan kami. Ini akan menarik,” sambung Bojan Hodak. (ars)












