WWW.PASJABAR.COM – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, harga hewan kurban di Kabupaten Bandung Barat mulai mengalami kenaikan.
Sejumlah peternak mencatat harga sapi kurban tahun ini naik sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan harga tersebut dipicu oleh meningkatnya biaya pakan ternak dan ongkos distribusi.
Kondisi itu terlihat di salah satu peternakan sapi di kawasan Jalan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu pagi. Di lokasi tersebut, ratusan ekor sapi telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.
Sedikitnya 300 ekor sapi tersedia di kandang peternakan tersebut. Bobot sapi yang dijual pun bervariasi, mulai dari 250 kilogram hingga lebih dari satu ton. Adapun harga jualnya berkisar antara Rp20 juta hingga Rp100 juta per ekor, tergantung ukuran dan jenis sapi.
Menurut peternak, sebagian sapi yang dijual merupakan sapi impor, sehingga biaya pengiriman ikut memengaruhi harga jual di tingkat konsumen. Meski demikian, minat masyarakat untuk berkurban pada tahun ini tetap cukup tinggi.
“Memang ada kenaikan harga sekitar 10 persen dibanding tahun lalu. Kenaikan ini dipengaruhi harga pakan dan biaya distribusi yang juga naik,” ujar Entang Sukandar, peternak sapi di Kabupaten Bandung Barat.
Permintaan Kurban Tetap Tinggi
Walaupun harga mengalami kenaikan jelang Iduladha 2026 ini, permintaan hewan kurban justru menunjukkan tren positif. Dari total 300 ekor sapi yang tersedia, sebanyak 230 ekor di antaranya telah dipesan oleh pembeli dari berbagai daerah.
Tingginya minat masyarakat ini menunjukkan bahwa tradisi berkurban tetap menjadi prioritas bagi banyak warga, meski harus menghadapi kenaikan harga. Para pembeli umumnya mulai memesan lebih awal agar dapat memilih sapi dengan ukuran sesuai kebutuhan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga melakukan langkah antisipasi untuk menjamin kesehatan hewan kurban. Pemkab menyiapkan sedikitnya 10 ribu stiker pemeriksaan kesehatan yang akan ditempelkan pada hewan yang telah lolos pengecekan.
Dengan adanya stiker tersebut, masyarakat diharapkan lebih yakin bahwa hewan kurban yang dibeli dalam kondisi sehat dan layak disembelih. Pemeriksaan kesehatan hewan juga dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan aman, sehat, dan sesuai ketentuan. (uby)












