Sejumlah pemudik memilih berangkat lebih awal guna menghindari penumpukan penumpang yang biasanya terjadi mendekati hari Lebaran. Selain itu, keterbatasan tiket kereta api pada hari-hari mendekati Idul Fitri juga menjadi alasan sebagian masyarakat memutuskan mudik lebih awal.
Suasana di area stasiun terlihat ramai sejak pagi hari. Para penumpang tampak antre di pintu masuk keberangkatan sambil menunggu jadwal kereta yang akan membawa mereka ke kampung halaman. Sebagian besar pemudik menuju sejumlah kota di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Ratusan Ribu Tiket Sudah Terjual
Berdasarkan data dari Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, lebih dari 270 ribu tiket telah terjual dari total 345 ribu tempat duduk yang disediakan selama masa angkutan Lebaran tahun ini.
Humas Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan sejumlah perjalanan kereta api dari Bandung bahkan sudah habis terjual karena tingginya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api saat mudik.
“Ada sejumlah perjalanan kereta api yang tiketnya sudah habis, seperti Bandung–Kutoarjo, Bandung–Surabaya, dan Bandung–Solo Balapan,” ujar Kuswardojo.
Tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api dinilai karena moda transportasi ini dianggap lebih nyaman, aman, serta terhindar dari kemacetan di jalur darat.
Salah satu pemudik, Rosita, mengaku sengaja berangkat lebih awal bersama keluarganya menuju Blitar, Jawa Timur. Ia mengatakan keputusan mudik lebih cepat diambil karena anak-anaknya sudah memasuki masa libur sekolah dan ingin menghabiskan waktu lebih lama di kampung halaman.
“Saya mudik lebih awal karena anak-anak sudah libur sekolah dan ingin lebih lama di kampung halaman bersama keluarga,” kata Rosita.
Pihak PT KAI Daop 2 Bandung memprediksi kepadatan penumpang di Stasiun Bandung akan terus meningkat selama masa arus mudik Lebaran. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran atau sekitar 18 Maret mendatang, ketika jumlah penumpang diprediksi mencapai angka tertinggi. (uby)