CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 18 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Literasi Sains Dan Keterampilan Hidup Abad 21 Antara Harapan Dan Kenyataan

Yatti Chahyati
6 Desember 2024
Literasi Sains

ilustrasi Literasi Sains

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Literasi Sains Dan Keterampilan Hidup Abad 21 Antara Harapan Dan Kenyataan

Literasi Sains
Dr. H. Uus Toharudin, M.Pd

Dr. H. Uus Toharudin, M.Pd 

Penulis adalah dosen FKIP Unpas dan mantan Dekan FKIP Unpas

Literasi Sains

Adanya permasalahan dalam literasi terungkap Ketika Program International Student Asessmen (PISA) yang memposisikan peserta didik Indonesia pada tahun 2018,  10 terbawah dari 76 negara yang berpartisipasi.

Kemampuan rata-rata membaca anak-anak Indonesia adalah 80 poin di bawah rata rata OECD. Secara ketentuan bahwa sebaiknya SD/SLTP: 200 kata per menit, SLTA : 250 kata per menit Mahasiswa : 325 kata permenit Mahasiswa Pascasarjana  : 400 kata per menit Orang dewasa (yang tidak sekolah): 200 kata per menit (Harjasujana & Lilis 1997).

Jauh antara harapan dan kenyataan mengenai kemampuan membaca peserta didik SLTP di negara kita dibandingkan dengan peserta didik di luar negara kita peserta PISA 2018.

Literasi secara mendasar adalah Perkembangan kebudayaan dalam masyarakat yang menandakan adanya tingkat peradabannya diawali dengan kemahiran Literasi.

 Dalam kamus Webster disebutkan bahwa, Literacy ; The state being literate, especially of processing the skills of reading and writing  (New Webster Dictionary: 1981).Literatus, berarti ditandai dengan huruf, melek huruf atau berpendidikan.

Literasi Sains

Menelisik program Literasi yang telah dilakukan di negara kita bahwa kepada peserta didik diharuskan membaca tentang apa pun yang disukai dan tersedia di perpustakaan sekolah sebelum belajar di kelas.

Apa yang dibaca pada pembiasaan, mungkin berbeda dengan yang dipelajari di kelas. Penulis berasumsi bahwa itu merupakan program pembiasaan membaca,

Baca juga:   560 Mahasiswa Baru FKIP Unpas Mengikuti PRABU

dan belum sampai kepada pengukuran kecepatan efektif membaca per menit, apalagi sampai kepada kemampuan memahami wacana. Simpulannya bahwa program literasi belum sampai

kepada sasaran yang esensial baik kecepatan efektif membaca maupun kemampuan memahami wacana.

Kita bersama memahami jika posisi anak anak Indonesia di dalam studi PISA sangat jauh dari harapan.

Belum juga satu permasalahan diselesaikan, sekarang datang lagi literasi abad 21, pemicunya adalah adanya perubahan yang tiba-tiba dengan hadirnya kondisi VUCA (Volatile,

sementara; Uncertainty: ketidak tentuan, Complexity; rumit, dan Ambigu; bermakna ganda) perubahan perubahan yang secara tiba-tiba terjadi di lingkungan kita baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif.

Contoh aktualnya saat terjadinya covid 19. Singkatnya hadir kondisi lingkungan yang tidak menentu secara tiba-tiba terjadi.

Perkembangan masa kini berkenaan dengan pembelajaran di sekolah adalah adanya inovasi-inovasi dalam pembelajaran.

Saat kondisi tenang tanpa perubahan, kementerian menghadirkan program literasi (Dasar), yang dilaksanakan oleh murid-murid di sekolah sekolah, rasanya belum tuntas program literasi ini dilaksanakan,

siswa belum diketahui berapa kata per menit kecepatan efektif membacanya, kemudian apakah kemampuan membacanya sudah mencapai pada keterpahaman,

apakah yang dibacanya dikuasai, yang bercirikan kepada jika ditanya tentang isi bacaannya siswa dapat menjawab secara benar.

Waktu terus berjalan, secara tiba-tiba datanglah kondisi VUCA yang tidak menentu itu, peserta didik harus mampu menghadapi tantangan itu,

dalam Pendidikan kami menyebutnya dengan perubahan ketidak menentuan, kondisi ini harus diantisipasi bahwa peserta didik harus memiliki keterampilan hidup abad 21,

Baca juga:   Ribuan Pemudik Padati Stasiun Bandung, Tiket Ekonomi Ludes

yang bercirikan kemampuan kreatif, kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, menemukan, membuat keputusan kompleks, menerima keberagaman, menulis secara efektif,

menyelesaikan masalah, menggunakan teknologi sebagai alat, menginterpretasi pesan pesan informasi, mengembangkan ide ide baru dan, mengakui belajar sepanjang hayat.

Keterampilan hidup abad 21 akan terjadi pada peserta didik jika di kelas guru melaksanakan pembelajaran yang mengarahkan peserta didik untuk menguasai literasi abad 21,

lagi-lagi pembelajaran saintifik menjadi andalan dalam pembelajaran, yakni problem based learning dan project base learning yang harus dilaksanakan secara kuat dan konsisten pada seluruh rentetan praktik pembelajaran.

Seluruh aspek persiapan dan pelaksanaan pembelajaran harus benar benar dilaksanakan agar peserta didik bisa bermimikri, bermetamorfosis terhadap pengkondisian pembelajaran agar tercipta peserta didik yang kekinian sehingga menjadi individu adaptif yang memiliki literasi abad 21.

Kondisi kini berkenaan kemampuan peserta didik Indonesia yang merujuk kepada PISA, masih harus belajar banyak kepada negara lain partisipan PISA,

seperti China dan Korea, mereka memiliki posisi sangat baik, sebaiknya Indonesia mengejar ketinggalan itu melalui keterampilan literasi dasar.

Besar harapan republik ini kepada para pendidik agar peserta didik memiliki keterampilan hidup abad 21 yang bercirikan literasi sains abad 21.

Penelitian-penelitian tentang pengembangan aspek-asek literasi di Sekolah Menengah Pertama yang membahas bahwa literasi dasar,

adalah bagian dari Gerakan Literasi Nasional, memiliki nilai penting dalam meningkatkan kemampuan siswa, untuk membangun kemampuan mereka memasuki kehidupan abad ke-21.

Kompetensi dalam membaca dan menulis yang dikuasai mereka sangat penting untuk menyiapkan generasi masa yang akan datang yang berekemampuan tinggi.

Studi yang dilakukan oleh Jane E.B. (2024) di tingkat SMP di Filipina menilai bahwa kemahiran membaca 146 siswa Kelas 7,

Baca juga:   Harga Pangan Naik: Bawang Merah Sentuh Rp28.760 per Kg

memperoleh gambaran keterampilan yang menyeluruh hasilnya adalah berada pada tingkat frustrasi, menunjukkan diperlukan adanya intervensi dan rencana peningkatan

kemampuan membaca yang disesuaikan untuk mengatasi kesulitan mereka dalam membaca pemahaman.

Penelitian lain yang dilaksanakan di dalam negeri tentang literasi dasar yang membentuk dasar keterampilan abad ke-21,

memungkinkan siswa kelas 7 untuk terlibat dalam pemikiran kritis, komunikasi, kreativitas, dan kolaborasi melalui berbagai aspek literasi,

meningkatkan kompetensi mereka secara keseluruhan dalam membaca dan memecahkan masalah. Kisworo Wati,P. (2024)

Banyak upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman, seperti antara lain; memanfaatkan pendekatan membaca Interaktif,

intervensi seperti ejaan, bercerita, membaca berpasangan, dan membaca paduan suara diterapkan untuk meningkatkan kelancaran dan pemahaman membaca di antara siswa kelas 7,

mengatasi kesulitan membaca yang mereka identifikasi secara efektif. Studi tentang kompetensi membaca pemahaman,

banyak menyoroti bahwa peningkatan keterampilan pemahaman membaca pada siswa Kelas 7 dapat memberikan harapan untuk meningkatkan kinerja akademik mereka,

memungkinkan pemahaman materi yang lebih baik, keterlibatan yang efektif dengan teks, dan hasil pembelajaran secara keseluruhan,

pada akhirnya menumbuhkan kepercayaan diri dan kesuksesan yang lebih besar dalam perjalanan pendidikan mereka.

Besar harapan jika peserta didik menguasai kemampuan membaca pemahaman sebagai literasi dasar dapat meningkatkan kemampuan literasi abad 21.(*)

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: FKIP UnpasLiterasiruang opiniUus Toharudin


Related Posts

unpas
PASPENDIDIKAN

Mahasiswi Unpas Raih Winner Putri Duta Pendidikan Jabar 2026

25 Februari 2026
FKIP Unpas
HEADLINE

FKIP Unpas Gelar Seminar Kebangsaan Perkuat Nilai Pancasila dan HAM

20 Januari 2026
Berhasil Wakili Jabar, Salsa Raih Penghargaan Karya Terbaik di Ajang Essay Competition Nasional
PASPENDIDIKAN

Berhasil Wakili Jabar, Salsa Raih Penghargaan Karya Terbaik di Ajang Essay Competition Nasional

15 Oktober 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Dedi Mulyadi Ajak Muda-Mudi Jabar Menikah di KUA: Lebih Baik Jadi Raja Selamanya Daripada Raja Sehari!

18 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan imbauan tegas namun menyentuh bagi para muda-mudi di...

Foto: Paul Childs/Action Images via Reuters

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

18 April 2026
Herve Renard. (REUTERS/Stringer)

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

18 April 2026
FSV Mainz 05 vs Racing Strasbourg. (Getty Images)

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

18 April 2026
Hasil Sassuolo vs Como 1907. (Foto: Getty Images/Luca Amedeo Bizzarri)

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

18 April 2026

Highlights

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

Dilema Lini Depan Mikel Arteta: Havertz atau Gyokeres untuk Redam Manchester City di Etihad?

Kritik Pedas Morten Hjulmand: Arsenal Tim Membosankan dan Tak Menarik Ditonton!

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.