BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Belasan kios pedagang di Pasar Tradisional Ancol, Kota Bandung, ambruk setelah tergerus aliran Sungai Cikapundung pada Selasa pagi (25/2/2025).
Meskipun tidak ada korban jiwa, para pedagang mengalami kerugian besar. Karena barang dagangan mereka ikut rusak dan untuk sementara tidak dapat berjualan.
Petugas dari Pemerintah Kota Bandung segera dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan material tanah dan bangunan yang runtuh.
Dengan alat seadanya, mereka berupaya mengevakuasi puing-puing tembok dan kirmir yang ambruk agar aliran Sungai Cikapundung tidak terhambat.
Menurut laporan sementara, tembok dan kirmir pasar roboh akibat abrasi yang semakin parah. Diperburuk oleh kondisi bangunan yang sudah lapuk.
Setidaknya 11 kios di Pasar Ancol tersebut mengalami kerusakan berat. Sementara beberapa kios lainnya juga terdampak dengan tingkat kerusakan yang beragam.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, memastikan bahwa pemerintah akan segera merelokasi pedagang yang terdampak ke tempat lain. Agar mereka tetap bisa berjualan.
“Ada 11 pedagang yang kiosnya ambruk, sehingga kami akan segera merelokasi mereka ke lokasi lain di dalam pasar yang masih tersedia,” ujar Erwin.
Selain relokasi, Erwin menegaskan bahwa Pasar Tradisional Ancol akan direvitalisasi guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
Dengan usia bangunan yang sudah tua, pemerintah berencana melakukan perbaikan infrastruktur pasar. Agar lebih aman dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung. (uby)










