Bandung, 11 Juni 2025, www.pasjabar.com – Musim haji biasanya menjadi momen panen bagi pedagang oleh-oleh khas tanah suci. Namun, tahun ini suasananya berbeda. Di Pasar Baru Bandung, yang dikenal sebagai salah satu pusat belanja oleh-oleh haji, para pedagang mengeluhkan penjualan yang sepi.
Meskipun gelombang jemaah haji Indonesia mulai bertolak ke Tanah Suci sejak pertengahan Mei 2025, minat masyarakat membeli oleh-oleh haji masih tergolong rendah. Sejumlah pedagang menyebut penurunan ini jauh dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi Ekonomi Diduga Jadi Penyebab

Salah seorang pedagang di kawasan Jalan Oto Iskandar Dinata, Kota Bandung, mengatakan bahwa biasanya pada bulan-bulan seperti ini, para keluarga calon haji sudah mulai berburu oleh-oleh.
Mulai dari kurma, air zam-zam, kacang arab, sajadah, hingga parfum khas Timur Tengah.
Namun kini, meski stan sudah tertata rapi dan stok barang melimpah, pembeli masih enggan datang.
“Biasanya kalau sudah masuk bulan Dzulhijjah, ramai sekali. Tapi sekarang, dari pagi sampai sore yang beli bisa dihitung jari,” ujar pedagang tersebut.
Ia memperkirakan, kondisi ekonomi masyarakat yang sedang menurun menjadi penyebab utama.
Banyak orang yang kini lebih selektif dalam membelanjakan uang, bahkan untuk tradisi sekalipun.
Pedagang Harapkan Momen Puncak Haji Bisa Dongkrak Penjualan

Para pedagang masih menyimpan harapan bahwa penjualan akan meningkat menjelang kepulangan jemaah haji pada akhir Juni hingga Juli 2025.
Biasanya, permintaan oleh-oleh akan melonjak karena keluarga ingin menyambut kedatangan sanak saudara dengan buah tangan khas dari Mekkah dan Madinah.
Namun, jika tren ini berlanjut, para pedagang mengaku terpaksa akan menurunkan harga atau mencari alternatif barang dagangan lainnya agar bisa tetap bertahan. (Eci)












