WWW.PASJABAR.COM – Film animasi K-Pop Demon Hunters yang tayang di platform Netflix berhasil menyita perhatian publik global, bukan hanya karena kisahnya yang unik.
Tetapi juga karena musik dan penampilan karakternya yang disebut-sebut terinspirasi dari dunia nyata K-pop.
Film ini memicu diskusi luas di kalangan penggemar yang mencoba mengidentifikasi elemen-elemen K-pop dalam film tersebut.
Menurut laporan Forbes yang dikutip pada Sabtu, proses kreatif film ini melibatkan kolaborasi antara pembuat film, THEBLACKLABEL, dan sejumlah penulis lagu ternama dalam industri K-pop.
Termasuk EJAE—yang dikenal pernah bekerja sama dengan grup populer seperti TWICE dan aespa.
Kolaborasi Intens dan Proses Kreatif
EJAE tak hanya berkontribusi sebagai penulis lagu, namun juga menjadi pengisi suara karakter Rumi dalam film.
Ia bertanggung jawab atas penciptaan dan aransemen beberapa lagu ikonik dalam film seperti “The Huntrix Mantra,” “How It’s Done,” “Golden,” dan “Your Idol.”
Dalam wawancaranya, EJAE mengungkapkan proses yang panjang dan intens. Dalam pembuatan musik film ini, termasuk membuat sekitar 57 demo lagu.
“Prosesnya bolak-balik. Saya menerima deskripsi adegan, arahan sutradara, dan referensi lagu, lalu mengembangkan lirik dan melodi dari sana,” ungkapnya.
THEBLACKLABEL menyediakan trek instrumental. Yang kemudian dikembangkan oleh EJAE bersama para penulis lagu lain sebelum dikirim kembali sebagai demo akhir.
Terinspirasi dari EXO hingga aespa
Untuk grup fiksi dalam film, Huntrix, EJAE menyebut bahwa musik mereka merupakan perpaduan gaya Blackpink dan aespa.
Sementara untuk The Saja Boys—grup pria yang tampil dalam bentuk iblis—lagu “Your Idol” menjadi sorotan. Karena temanya yang menggali sisi gelap dari obsesi fandom.
Lagu tersebut, menurut EJAE, terinspirasi oleh lagu “MAMA” dan “Obsession” milik EXO.
Ia bekerja sama dengan Mark Sonnenblick, serta penulis dari THEBLACKLABEL, KUSH dan VINCE. Dalam menulis lirik lagu yang menggambarkan pengendalian psikologis oleh idola terhadap penggemar.
“Lagu ini tentang obsesi penggemar. Saja Boys ingin penggemar mereka terobsesi, agar bisa dikendalikan,” ujar EJAE.
Ia mengaku menggunakan pengalaman pribadi saat menjadi trainee K-pop, ketika mendengar cerita horor tentang perilaku ekstrem penggemar.
Salah satu teknik unik yang digunakan adalah membalikkan audio dari lagu “The Huntrix Mantra” untuk menciptakan chorus “Your Idol”.
“Saya balik suaranya dan hasilnya terdengar seperti nyanyian katedral yang aneh. Lalu saya tambah harmoni agar terdengar menyeramkan dan berkesan Latin kuno,” jelasnya.
Sukses Global di Layar dan Tangga Lagu
Popularitas film ini tidak hanya terbatas di layar. K-Pop Demon Hunters berhasil menduduki peringkat teratas di 26 negara dan masuk 10 besar di 93 negara pada minggu debutnya di Netflix. Lagu-lagunya pun mencetak prestasi besar.
Soundtrack film menduduki No. 1 di iTunes Top Albums Chart dan Apple Music Pop Charts.
Di tangga lagu Billboard Hot 100, lagu “Golden” dan “Your Idol” masing-masing menempati peringkat 23 dan 31. Sementara di Billboard Global 200, “Golden” melonjak ke posisi 2, “Your Idol” di peringkat 10, dan “Soda Pop” di peringkat 13.
Kejayaan film ini membuktikan bahwa gabungan antara cerita fantasi, musik K-pop, dan animasi dapat menciptakan daya tarik lintas negara. Menjadikan K-Pop Demon Hunters salah satu fenomena hiburan global terbaru tahun ini. (han)












