Kab. Bandung, www.pasjabar.com — Sambal Raos, Hidden Gem Kuliner Baru di Bandung dengan Konsep Komunitas dan Sambal Dadak. Berbasis di Gajah Mekar, Kabupaten Bandung, Sambal Raos hadir bukan hanya sebagai tempat makan, tapi juga sebagai penggerak sinergi komunitas dan pelestari cita rasa lokal.
Usaha Kuliner Berbasis Komunitas

Sambal Raos resmi dibuka sebagai rumah makan dengan konsep yang berbeda: membangun usaha kuliner berbasis komunitas. Pendiri Sambal Raos, Shahib Syafaat atau yang lebih akrab disapa Kang Aat, menjelaskan bahwa usaha ini ingin tumbuh bersama masyarakat dan memberdayakan lingkungan sekitar.
“Konsepnya usaha komunitas. Kita ingin berkolaborasi dengan tetangga, pelaku usaha lain, pesantren, dan semua stakeholder di wilayah ini. Jadi bukan hanya jualan makanan, tapi juga membangun ekosistem,” tutur Kang Aat ditemui saat pembukaan resto Sambal Raos, Minggu (27/7/25).
Acara pembukaan Sambal Raos dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama seperti perwakilan Pesantren Al-Burdah, Kepala Desa Gajah Mekar, perwakilan Kodim 0624, hingga pengelola SPBU terdekat.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Sambal Raos ingin menjadi bagian dari denyut kehidupan sosial dan ekonomi lokal.
Menu Unggulan: Ayam Spesial dan Sambal Dadak

Salah satu daya tarik utama Sambal Raos adalah sajian ayam spesial yang disandingkan dengan sambal dadak, yakni sambal yang dibuat langsung saat dipesan. Ada lima varian sambal yang menjadi andalan: sambal goang, sambal hejo, sambal terasi, sambal lenca, dan sambal sate maranggi.
Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati nasi dan sambal sepuasnya. “Kita ingin pengunjung merasa puas dan nyaman, seperti makan di rumah sendiri,” kata Kang Aat.
Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong. Paket makan lengkap—termasuk minuman, nasi, dan sambal bebas—hanya sekitar Rp25.000 hingga Rp30.000.
“Cukup terjangkau untuk semua kalangan, apalagi dengan porsi yang mengenyangkan,” tambahnya.
Gajah Mekar: Hidden Gem Kuliner di Kabupaten Bandung
Sambal Raos menambah daftar tempat makan enak di kawasan Gajah Mekar yang kini mulai dikenal sebagai hidden gem kuliner di Kabupaten Bandung. Menurut Kang Aat, wilayah ini diam-diam memiliki banyak pelaku usaha kuliner yang serius dan berkualitas.
“Di sini ada nasi liwet dan ayam sarundeng Ibu Risda Hayati, Makiok dengan menu gurami, dan baso Masabar. Semua punya rasa khas. Kita ingin semua pelaku usaha di sini saling mendukung, bukan bersaing,” jelasnya.
Terlebih, lokasi Sambal Raos cukup strategis—dekat Stadion Si Jalak Harupat, kantor kecamatan, pesantren, dan rencana pembangunan fasilitas publik seperti rusunawa PUPR, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, dan MOTA (pengelolaan sampah modern).
“Kita berharap kawasan ini jadi kawasan kuliner dan ekonomi lokal yang berkembang. Sambal Raos ingin ikut ambil bagian dalam gerakan itu,” tutup Kang Aat.












