WWW.PASJABAR.COM – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pakuan (FKIP Unpak) bekerja sama dengan Belantara Foundation menggelar kuliah umum bertajuk “Together for the Earth: Youth Collaboration for Achieving SDGs and Education for Sustainable Development”.
Acara ini berlangsung di Aula Lantai 4 FKIP Unpak, Senin (4/8/2025), menghadirkan pembicara dari Indonesia dan Jepang. Serta melibatkan generasi muda kedua negara.
Kegiatan ini menjadi wadah diskusi tentang peran generasi muda dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan Education for Sustainable Development (ESD).
Selain Belantara Foundation, kegiatan ini turut didukung University of Tsukuba, Jepang, serta dua sekolah menengah asal Jepang. Yakni University of Tsukuba Senior High School at Sakado dan Ehime University Senior High School.
Peserta dari Dua Negara
Sekitar 24 pelajar dan mahasiswa asal Jepang hadir dalam kuliah umum ini, bersama sekitar 50 mahasiswa Universitas Pakuan dan siswa SMA di Indonesia.
Mereka berkesempatan bertukar pengalaman melalui sesi sharing session. Tentang kontribusi generasi muda dalam mendukung SDGs di negara masing-masing.
Kuliah umum ini menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Dr. Dolly Priatna selaku Direktur Eksekutif Belantara Foundation dan praktisi bidang sustainability, serta Dr. Nakao P. Nomura, Director Division of International Exchange Support University of Tsukuba.
Acara dibuka dengan keynote speech Dekan FKIP Unpak, Dr. H. Eka Suhardi, M.Si. Dalam paparannya, Eka menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan global. Seperti krisis iklim, ketimpangan sosial, dan kualitas pendidikan.
“Kami percaya, generasi muda punya potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan. Kolaborasi seperti ini bukan hanya ajang berbagi ilmu. Tapi juga membangun kesadaran global dan aksi nyata untuk masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujar Eka.
Isu Restorasi Ekosistem dan Perubahan Iklim
Dalam pemaparannya, Dr. Dolly Priatna menyoroti keterkaitan erat antara emisi gas rumah kaca (GRK) dan perubahan iklim.
Ia menjelaskan bahwa sektor kehutanan memegang peran kunci dalam upaya pengurangan emisi. Sehingga restorasi ekosistem menjadi agenda penting global.
PBB bahkan telah menetapkan periode 2021–2030 sebagai Dekade Restorasi Ekosistem. Dengan target pemulihan 350 juta hektar ekosistem terdegradasi di seluruh dunia.
“Forest Restoration Project: SDGs Together! adalah upaya kami. Untuk memulihkan hutan terdegradasi, mengembalikan fungsi ekologis, dan mendorong peningkatan sosial-ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan,” jelas Dolly.
Belantara Foundation, lanjutnya, terus menggandeng sektor swasta termasuk mitra dari Jepang. Untuk mendukung pemulihan hutan alam di Provinsi Riau, sesuai misi SDGs “no one left behind”.
Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Dr. Nakao P. Nomura dalam paparannya menjelaskan konsep ESD yang bertujuan membekali generasi masa kini dan masa depan. Dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai untuk hidup berkelanjutan.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat membentuk generasi kini dan masa depan yang sadar akan isu keberlanjutan. Serta mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa dan dunia,” ujar Nomura.
Ia menambahkan, implementasi ESD tidak hanya fokus pada pendidikan formal. Tetapi juga melibatkan komunitas dan masyarakat luas agar tercipta perubahan perilaku secara kolektif.
Inspirasi dari Sharing Session
Selain dua pembicara utama, sesi diskusi juga menghadirkan narasumber muda.
Seperti Agus Deni, S.Si., mahasiswa Magister Manajemen Lingkungan Universitas Pakuan; Ade Bagja Hidayat, S.Hut., M.Ling., alumni magister Manajemen Lingkungan Unpak; dan Dhia Nida Fauziah, mahasiswi Pendidikan Biologi FKIP Unpak.
Diskusi dipandu oleh Asih Wahyuni, M.Pd., Dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unpak, dan menjadi ruang bagi peserta. Untuk saling menginspirasi mengenai kontribusi nyata mendukung SDGs di lingkup lokal maupun global.
Tentang Belantara Foundation
Belantara Foundation adalah organisasi nirlaba yang berdiri sejak 2014, berfokus pada konservasi lingkungan, restorasi hutan. Dan pengembangan masyarakat berkelanjutan di Indonesia, terutama di Sumatra dan Kalimantan.
Pada November 2024, Belantara resmi menjadi anggota International Union for Conservation of Nature (IUCN), memperkuat kiprahnya di level internasional.
Informasi lebih lengkap mengenai program Belantara Foundation dapat diakses melalui situs resmi www.belantara.or.id. (*)












