BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Berkat ketekunan dan kerja keras selama bertahun-tahun, seorang ibu penjual siomay Bandung bernama Halimah (48) akhirnya dapat mewujudkan impian menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah pada tahun ini.
Ia akan berangkat bersama putri sulungnya, Mutia Salsabila, menggantikan keberangkatan sang suami yang telah meninggal dunia pada 2021.
Halimah merupakan warga Kota Bandung, Jawa Barat, yang selama hampir 13 tahun menabung dari hasil usaha berjualan siomay bersama almarhum suaminya. Dari usaha sederhana tersebut, perlahan ia mengumpulkan biaya untuk mendaftar haji meski harus melalui perjalanan hidup yang tidak mudah.
Selain berjualan siomay, Halimah juga menambah penghasilan dengan bekerja serabutan, seperti mengasuh anak tetangga dan menjahit di konveksi. Bahkan, demi melunasi biaya keberangkatan haji, ia sempat menjual sebagian perhiasan yang dimilikinya.
“Alhamdulillah, ini berkat usaha dan doa selama ini. Saya sudah menunggu sangat lama untuk bisa ke Tanah Suci,” ujar Halimah dengan haru.
Perjuangan Panjang Menuju Tanah Suci
Perjalanan panjang Halimah menuju keberangkatan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah ini menjadi kisah inspiratif bagi banyak orang di lingkungannya.
Setelah penantian hampir 13 tahun, ia akhirnya masuk dalam daftar calon jemaah haji tahun ini dan dijadwalkan berangkat pada Rabu mendatang bersama ratusan jemaah lainnya dari Kota Bandung.
Keputusan untuk berangkat bersama putrinya diambil setelah sang suami wafat, sehingga Mutia Salsabila akan menjadi pendamping dalam perjalanan ibadah tersebut. Momen ini menjadi penutup dari perjuangan panjang keluarga kecil itu dalam menggapai impian ke Tanah Suci.
Kisah Halimah menjadi gambaran nyata bahwa ketekunan, kesabaran, dan doa dapat membawa seseorang pada pencapaian yang telah lama diharapkan, meski harus ditempuh melalui perjalanan hidup yang penuh tantangan. (uby)












