CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 1 Februari 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Dangiang Paguyuban Pasundan: Menepis Simalakama

Hanna Hanifah
9 Agustus 2025
Paguyuban Pasundan

Gedung Paguyuban Pasundan. (foto: unpas.ac.id)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM – Mengapa gerak langkah Paguyuban Pasundan (PP) selalu diliputi simalakama? Keajegan pengurus PP dalam mengelola bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi, selalu dianggap tidak cukup untuk mengangkat wibawa Sunda dan Jawa Barat ke panggung nasional dan internasional.

Banyak pihak berharap agar PP juga bergerak di bidang politik secara langsung, bersuara lantang membela kepentingan Sunda dan Jawa Barat.

Suasana itu mirip kondisi menjelang tahun 1920, gerak PP dianggap kurang bobot karena menghindari “urusan kenegaraan”. Pada 1919, PP memberikan jawaban tegas, mengamandemen Statuta organisasi, lalu memasukan politik sebagai bidang garapan.

Saat itu, secara nasional, belum ada organisasi yang menjadi wakil masyarakat Sunda. Tokoh-tokoh Sunda belum banyak yang muncul dan memasuki Organisasi tingkat nasional. Keputusan yang tepat. Oleh pemerintah Hindia Belanda, PP digolongkan kedalam nationale beweging (pergerakan nasional).

Zaman terus bergerak. Penjajah Belanda pergi, pendudukan Jepang berakhir, dan Indonesia meraih kemerdekaan yang diperjuangkannya. Dimulailah perselisihan antar unsur bangsa Indonesia yang merujuk pada etnisitas, ideologi, politik, dan agama. Pemilihan Umum 1955 menjadi pertaruhan. Ketiga unsur itu bertarung secara jantan melalui Pemilu pertama dalam sejarah Republik Indonesia itu.

Ada dua partai politik yang mengatasnamakan perjuangan Sunda. PP yang pada tahun 1952 merubah namanya menjadi Partai Kebangsaan Indonesia (PARKI) dan Gerakan Pilihan Sunda (GERPIS) yang sebagian tokohnya berasal dari PP. Keduanya kalah telak bahkan di kampung halamannya sendiri. Kekalahan itulah yang mengembalikan PP ke Statuta 1913, menghindari “urusan kenegaraan” alias politik praktis.

Baca juga:   Aweuhan Pasundan: Bagian II Sosial Budaya “Milangkala Ka-105 Paguyuban Pasundan, Iwan Bule dan Autokritik untuk Ki Sunda”

Organisasi Sunda

Kini, organisasi Sunda banyak jumlahnya. Secara khusus di antara organisasi tersebut ada yang bertujuan memperjuangkan aspirasi politik Sunda. Tokoh-tokoh Sunda juga bertebaran sebagai pengurus di berbagai partai politik nasional atau organisasi massa tingkat nasional dan internasional. PP bukan lagi satu-satunya lembaga yang mewakili Sunda.

Atas tuntutan terlibat dalam politik secara langsung, pengurus PP saat ini pasti ibarat memakan buah simalakama, apakah harus mengikuti Statuta 1919 atau tetap pada Statuta 1913. Tidak mudah untuk memutuskan, sebab sekali salah langkah bisa nete semplek nincak semplak dan gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga. Dangiang dan wibawa Sunda menjadi taruhannya.

Mengapa beban itu tertuju pada PP dan bukan organisasi Sunda yang lain? Kerepotan mengurus 108 sekolah menengah dan empat perguruan tinggi dan lembaga serta unit pendukung lainnya, agar tetap ada dan mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lain, ternyata masih harus ditambahi dengan urusan politik.

Tak bisa menghindar. PP memang menyandang beban sejarah yang besar dan berat. Merujuk kepada Edi S. Ekadjati (2004), kebangkitan kembali orang Sunda, setelah keruntuhan Pajajaran pada 1579 adalah lahirnya Paguyuban Pasundan (PP) pada 20 Juli 1913. Berawal dari tahun tersebut, ada keberanian untuk menyatakan bahwa orang Sunda berbeda dengan etnik lain, dan yang lebih tahu urusan Sunda adalah Orang Sunda sendiri.

Baca juga:   Paguyuban Pasundan dan PBNU Gelar Seminar Islam Nusantara

Tokoh Pasundan

Secara simbolik, Soeria di Radja, tokoh Pasundan yang pada zamannya mewakili di Betawi menyatakan,

“Luluhur mah anu tataharna, luluhur mah anu kagungan takajarna, luluhurna anu naratas, luluhur mah anu nyebarkeun wijina, nya ditema ku Pasundan anu nuluykeunana, nya dihanca ku Pasundan anu jadi pameungkeutna, nya diolah ku Pasundan anu sanggup nyurupkeunana, nya digarap ku Pasundan anu tapis masieupna, sangkan takajar luluhurna bisa jadi bahan pikeun kamulyaan bangsa katut ka bali geusan ngajadina. Nuju kana usum, kudu tandang dina kapulitikan Pasundan henteu silung ti batur! Pulitik urang ngahiji. Raga Sunda madeg di kabudayaanana. Sapeureun engke tipengker.”

(Soeria di Radja dengan sandi nama S.d.R, Sipatahoenan, 27/3/1937 hal. 3. “Leluhur adalah yang mempersiapkannya, leluhur yang membuka lahannya, leluhur yang merintisnya, leluhur yang menyebarkan bijina, lalu disambung oleh Pasundan yang meneruskannya, diolah oleh Pasundan yang jadi pengikatnya, diolah oleh Pasundan yang sanggup menyesuaikannya (dengan zaman), digarap oleh Pasundan agar lincah mengelolanya, agar lahan yang disediakan leluhurnya bisa jadi bahan untuk kemuliaan bangsa dan tanah kelahirannya. Sesuai dengan tuntutan zaman, harus ikut serta tampil di gelanggang politik, Pasundan tidak bingung menentukan langkah! Dalam politik kita bersatu. Raga sunda ada terkandung dalam kebudayaannya. Untuk dihampiri kelak kemudian hari.)

Baca juga:   Tantangan Paguyuban Pasundan

Kesejarahan Sunda

Perhatikan pilihan diksi Soeria di Radja yang sangat runtut membagi tahapan kerja dalam kesejarahan Sunda. Leluhur Sunda termasuk Kerajaan Galuh dan Pajajaran menurutnya telah berperan dalam fatahar (mempersiapkan), takajar (membuka lahan), naratas (merintis), dan nyebarkeun wiji (menyebarkan biji).

Sementara Paguyuban Pasundan menyambungkannya dengan nuluykeun (meneruskan), hanca (mengelola), olah (mengolah), dan garap (menggarap). Keberlanjutan kerja itu bertujuan untuk kemuliaan bangsa (Indonesia) dan tanah kelahiran (Sunda, Jawa Barat). Semuanya menunjukkan kata kerja yang aktif.

Apakah hanca-olah-garap itu sekarang menjadi dasar para pengurus PP dalam mengelola organisasi? Jawabannya harus iya, sebab kalau tidak, maka mereka sebenarnya tidak layak sebagai yang nuluykeun (meneruskan).

Memang berat. Oleh karena itu mengurus organisasi PP bukanlah pekerjaan main-main atau sekedar mencari kedudukan. PP adalah wadah orang-orang Sunda yang mau menyediakan waktu, tenaga dan pikirannya untuk hanca-olah-garap berbagai program yang akan mengangkat dangiang dan wibawa Sunda di tingkat nasional dan internasional. Menjadi wajar jika PP selalu menjadi sorotan umum, sebab fakta sejarah di atas akan melekat di dalam diri PP sampai kapanpun. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: paguyuban pasundan


Related Posts

baznas jawa barat
HEADLINE

Resmi Dibubarkan di Paguyuban Pasundan, Pansel Tuntaskan Pemilihan Pimpinan Baznas Jabar

8 Januari 2026
Pelantikan YPT dan YPDM Pasundan
HEADLINE

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Lantik Pengurus YPDM dan YPT Pasundan Periode 2025–2030

6 Januari 2026
tabur Bunga Oto Iskandar Dinata
HEADLINE

PB Paguyuban Pasundan Tabur Bunga di Monumen Oto Iskandar Dinata

20 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
Radio Player
No Result
View All Result

Trending

NASA misi luar angkasa
HEADLINE

NASA Umumkan Misi Astronot Swasta Baru, Axiom Space Jadi Andalan

31 Januari 2026

# NASA misi luar angkasa FLORIDA, WWW.PASJABAR.COM -- NASA kembali menegaskan langkah seriusnya dalam pengembangan industri luar...

Indonesia vs Irak futsal

Imbang Lawan Irak, Indonesia Kukuh di Puncak Grup A AFC Futsal Asian Cup 2026

31 Januari 2026
Fast Forever

Universal Pastikan Fast Forever Rilis Maret 2028 di Bioskop

31 Januari 2026
Persib vs Persis Solo

Persib Makin “Kedinginan” Usai Kalahkan Persis Solo

31 Januari 2026
Raffi Ahmad longsor Bandung Barat

Raffi Ahmad di Lokasi Longsor Pasirlangu, Janjikan Bantuan Rp2 Miliar untuk Pemulihan

31 Januari 2026

Highlights

Persib Makin “Kedinginan” Usai Kalahkan Persis Solo

Raffi Ahmad di Lokasi Longsor Pasirlangu, Janjikan Bantuan Rp2 Miliar untuk Pemulihan

Sony Pictures Perkenalkan Pemeran Biopik The Beatles yang Rilis 2028

Gim Sepak Bola UFL Soccer Game 2026 Resmi Rilis di Android

Mahasiswa DKV Unpas Pamerkan Karya UAS dalam Pameran Tiga Hari

PVMBG Bongkar Penyebab Longsor Maut Cisarua, Bukan Hanya Hujan Deras

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.