BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Dalam satu pekan terakhir, wilayah Bandung Raya tercatat tiga kali diguncang gempa bumi dengan kekuatan di bawah 3 Skala Richter (SR) karena mningkatnya aktivitas Sesar Lembang
Gempa terbaru terjadi pada Senin (19/8/2025) dengan magnitudo 2,3 yang berpusat di sekitar kawasan Lembang.
Badan Geologi menyebut gempa-gempa kecil ini berkaitan dengan meningkatnya aktivitas Sesar Lembang.
Penyelidik Bumi Ahli Utama Badan Geologi, Supartoyo, mengatakan gempa-gempa dengan kekuatan kecil perlu dipahami sebagai pelepasan energi yang berlangsung secara perlahan.
Menurutnya, fenomena tersebut justru lebih baik dibandingkan jika energi terus menumpuk di dalam sesar.
“Pelepasan energi secara perlahan dari Sesar Lembang merupakan hal yang positif. Karena dapat mengurangi akumulasi energi yang selama ini tertumpuk di dalam sesar,” kata Supartoyo.
Sesar Lembang membentang sepanjang kurang lebih 29 kilometer. Mulai dari Padalarang di Kabupaten Bandung Barat hingga Cilengkrang di Kabupaten Bandung.
Keberadaan sesar ini sudah lama menjadi perhatian karena melewati kawasan padat penduduk dan dekat dengan pusat aktivitas masyarakat.
Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan, Sesar Lembang tergolong aktif dan berpotensi menimbulkan gempa dengan kekuatan signifikan. Jika energi yang tersimpan dilepaskan secara tiba-tiba.
Oleh sebab itu, masyarakat yang tinggal di sekitar jalur sesar perlu lebih waspada.
“Masyarakat dihimbau untuk terus dapat meningkatkan upaya mitigasi. Guna mengurangi risiko potensi dampak bencana yang dapat ditimbulkan seperti gempa,” tambah Supartoyo.
Mitigasi yang dimaksud, lanjutnya, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari memastikan bangunan memiliki struktur tahan gempa. Mempelajari jalur evakuasi di sekitar permukiman, hingga menyiapkan peralatan darurat di rumah.
Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk melakukan sosialisasi rutin mengenai kesiapsiagaan bencana.
Badan Geologi menegaskan, gempa-gempa kecil yang terjadi belakangan ini harus menjadi pengingat. Bagi masyarakat Bandung Raya bahwa ancaman gempa nyata adanya.
Dengan kesiapan dan kewaspadaan sejak dini, dampak kerugian dapat ditekan seminimal mungkin. Apabila terjadi gempa berskala lebih besar. (uby)












