CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 17 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASNUSANTARA

Belantara Foundation Bahas Krisis Biodiversitas di IUCN World Congress

Hanna Hanifah
16 Oktober 2025
Belantara Foundation

Belantara Foundation menjadi salah satu narasumber panel diskusi di IUCN Youth Pavilion pada IUCN World Conservation Congress, Jumat (10/10/2025). (foto: ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM – Belantara Foundation menjadi salah satu narasumber panel diskusi di IUCN Youth Pavilion bertajuk “How Youth Tackle the Overlooked Aspect of Biodiversity Crisis in Southeast Asia” pada IUCN World Conservation Congress yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jumat (10/10/2025).

Diskusi ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran dari para pemimpin perempuan muda di Asia Tenggara dalam menghadapi krisis biodiversitas dengan cara-cara inovatif dan kreatif.

Sesi tersebut terselenggara melalui kolaborasi PROGRES (Prakarsa Konservasi Ekologi Regional Sulawesi) dengan Belantara Foundation, Yayasan Konservasi Ekosistem Alam Nusantara (KIARA), serta 30×30 Indonesia & Diverseas.

Manajer Program & Fundraising Belantara Foundation, Diny Hartiningtias, dalam paparannya menjelaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen memperkenalkan isu keanekaragaman hayati kepada masyarakat, terutama generasi muda.

“Untuk mereka yang tinggal di daerah urban, para siswa sekolah menengah atas, kami ajak untuk mengamati dan mengidentifikasi biodiversitas di sekitar mereka melalui program Belantara Biodiversity Class. Bagi generasi muda yang sedang meniti karier, kami juga membuka pelatihan, magang, penelitian skripsi atau tesis, hingga keterlibatan langsung dalam survei biodiversitas,” ujar Diny.

Baca juga:   Kalender Jawa Agustus 2025, Lengkap dengan Pasaran dan Weton

Sementara itu, Direktur Yayasan KIARA Rahayu Oktaviani menekankan pentingnya kemampuan mendengarkan sebagai modal utama generasi muda di bidang konservasi.

“Sebagian besar permasalahan konservasi hadir dalam bentuk distraksi dan kebingungan. Melalui mendengarkan dengan ketulusan, kita dapat memahami kenyataan yang sebenarnya terjadi di lapangan,” katanya.

Co-Executive Director PROGRES, Sheherazade, yang juga menginisiasi diskusi tersebut, menyebutkan pentingnya sinergi lintas generasi. Menurutnya, generasi muda perlu belajar dari pengalaman para senior sekaligus berani mengubah pendekatan lama dengan inovasi yang sesuai konteks masa kini.

“Generasi muda harus berani mencoba hal baru. Sementara generasi senior dengan kerendahan hati perlu membuka akses, memberi bimbingan, dan mendukung perjalanan mereka. Untuk berkembang serta berjejaring,” ujar Sheherazade.

Baca juga:   PBB : Myanmar Berisiko Alami Konflik Seperti Suriah

Selain itu, pendiri 30×30 Indonesia & Diverseas, Brigitta Gunawan, juga hadir sebagai narasumber dan menegaskan pentingnya memperkuat peran pemuda dalam menjaga ekosistem dan mendorong aksi nyata di tingkat lokal maupun regional.

Krisis Planet dan Tantangan Keberlanjutan

Dalam konteks global, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui UN Environment Programme (UNEP) pada 2022 menetapkan dunia tengah menghadapi Triple Planetary Crisis.

Yakni perubahan iklim, hilangnya biodiversitas, serta polusi dan limbah. Krisis tersebut, jika tidak ditangani secara serius, akan mengancam kehidupan dan keseimbangan ekosistem di seluruh bumi.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Belantara Foundation Dr. Dolly Priatna menegaskan bahwa Triple Planetary Crisis berpotensi menggagalkan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

“Tanpa mengatasi ketiga krisis tersebut secara terpadu, pencapaian SDGs pada 2030 akan sangat sulit diwujudkan. Secara umum, hilangnya biodiversitas disebabkan oleh alih fungsi lahan, eksploitasi berlebihan, perubahan iklim, polusi, penyakit, spesies invasif, serta konflik manusia dan satwa liar,” ujarnya.

Baca juga:   Anggota Densus 88 Tersangka Pembunuhan Sopir Taksi Online di Depok

Dolly menambahkan, pelestarian biodiversitas bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

“Kami terus mendorong generasi muda untuk berinovasi mencari solusi atas permasalahan biodiversitas. Agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang,” imbuhnya.

Tentang Belantara Foundation

Belantara Foundation merupakan organisasi nirlaba independen yang berdiri sejak 2014. Dan berfokus pada konservasi lingkungan, restorasi hutan, konservasi satwa liar, serta pengembangan masyarakat berkelanjutan, khususnya di Sumatra dan Kalimantan.

Misi Belantara adalah mendukung pengelolaan lanskap berkelanjutan dengan menyeimbangkan pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, dan perlindungan lingkungan. Pada November 2024, Belantara resmi menjadi anggota International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Informasi lebih lanjut mengenai Belantara Foundation dapat diakses melalui situs resmi www.belantara.or.id. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Belantara FoundationIUCN World CongressKrisis Biodiversitas


Related Posts

HPSN
PASNUSANTARA

HPSN 2026 Tekankan Sinergi Kelola Sampah Berkelanjutan

26 Februari 2026
spesies primata
HEADLINE

Hari Primata Indonesia, Empat Spesies Endemik Terancam Punah

31 Januari 2026
Biodiversity Class
HEADLINE

Belantara Foundation Gelar Biodiversity Class Dorong Pelestarian Satwa Perkotaan

23 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Nyari Gawe
HEADLINE

Ratusan Ribu Pencari Kerja Gunakan Aplikasi Nyari Gawe Jawa Barat

17 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Aplikasi Nyari Gawe semakin diandalkan masyarakat Jawa Barat sebagai sarana mencari pekerjaan. Sejak diluncurkan...

Veda Ega Pratama menjalani latihan di Sirkuit Aspar dan Sirkuit Alcarras sebelum balapan di Moto3 Spanyol 2026. (Honda Team Asia)

Pantang Bersantai! Veda Ega Pratama Jajal Sirkuit Favorit Marc Marquez Jelang Moto3 Spanyol

17 April 2026
Persib Bandung

Dewa United vs Persib Bandung Digelar Tanpa Penonton, Bobotoh Diimbau Dukung dari Rumah

17 April 2026
halaman gedung sate

Dedi Mulyadi Tata Halaman Gedung Sate untuk Atasi Kemacetan

17 April 2026
Wakil Ketua DPR RI

Wakil Ketua DPR RI Tinjau Banjir Rancaekek dan Salurkan Bantuan

17 April 2026

Highlights

Dedi Mulyadi Tata Halaman Gedung Sate untuk Atasi Kemacetan

Wakil Ketua DPR RI Tinjau Banjir Rancaekek dan Salurkan Bantuan

Empat Agensi K-Pop Jajaki Proyek Festival Musik Global Fanomenon

Gemini Resmi Hadir di Mac, Google Perluas Layanan AI Desktop

Sungai Citarum Gerus Jembatan di Ibun, Akses Antar Kecamatan Putus

Puluhan Geng Motor Bentrok di Cimahi, Polisi Tangkap 20 Pelaku

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.