BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah Kota Bandung resmi merilis jadwal terbaru rangkaian kegiatan Asia Africa Festival (AAF) 2025, ajang tahunan yang menjadi kebanggaan kota sekaligus simbol solidaritas antarbangsa di kawasan Asia dan Afrika.
Tahun ini, perayaan AAF akan digelar di berbagai titik strategis Kota Bandung dengan menghadirkan beragam kegiatan budaya, seni, dan ekonomi kreatif.
Tidak hanya menghadirkan pawai budaya atau karnaval seperti tahun-tahun sebelumnya, rangkaian acara AAF 2025 yang berlangsung sepanjang Oktober juga akan diramaikan oleh pertunjukan musik, simposium internasional, bazar UMKM, festival kuliner, hingga forum pemuda Asia Afrika.
Ada perubahan penting dalam jadwal karnaval utama, yang semula direncanakan pada malam hari kini dipindahkan ke pagi hari. Perubahan ini dilakukan setelah melalui evaluasi penyelenggaraan tahun sebelumnya yang dimulai pada siang hari.
Selain berpusat di Jalan Asia Afrika, beberapa agenda juga akan dilaksanakan di Jalan Braga Pendek, yang kini menjadi salah satu lokasi utama perayaan festival.
Melalui unggahan resmi di akun Instagram Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung pada 1 Oktober 2025, pihak penyelenggara menyampaikan alasan perubahan tersebut.
“Setelah melalui berbagai pertimbangan untuk memberikan yang terbaik, dengan ini kami umumkan jadwal terbaru untuk perhelatan akbar Asia Africa Festival 2025. Mari kita rayakan kembali semangat solidaritas dan kekayaan budaya di jantung Kota Bandung,” tulis keterangancunggahan tersebut.
Rangkaian Agenda dari Pra-Acara hingga Puncak Festival
AAF 2025 akan dimulai dengan pra-acara (pre event) pada 5, 9, dan 11 Oktober 2025 di wilayah Bandung Timur, Utara, dan Selatan. Berupa pertunjukan musik, festival kuliner, serta berbagai pagelaran seni dan budaya.
Selanjutnya, kegiatan Asia Africa Youth Forum (AAYF) akan digelar pada 15–17 Oktober 2025 di Gedung Merdeka. Menghadirkan talkshow interaktif, forum diskusi, dan malam penghargaan untuk generasi muda Asia-Afrika.
Sementara itu, Simposium Asia Afrika akan berlangsung pada 15–16 Oktober 2025 di Hotel Savoy Homann. Membahas rencana pengajuan kawasan bersejarah Konferensi Asia Afrika sebagai warisan dunia UNESCO.
Pada 18–19 Oktober 2025, kawasan Jalan Braga Pendek akan disulap menjadi Asia Africa Corner. Menampilkan pameran budaya, bazar UMKM, kuliner, fashion, gaya hidup, dan kecantikan yang berlangsung dari pagi hingga malam hari.
Kegiatan Asia Africa Stage of Art di Jalan Asia Afrika akan menjadi ruang ekspresi bagi seniman lokal dan mancanegara untuk menampilkan karya mereka pada 18 Oktober 2025. Disusul acara puncak Asia Africa Festival pada hari yang sama pukul 07.30–11.45 WIB.
Puncak acara akan menghadirkan karnaval budaya internasional. Menampilkan peserta dari negara-negara Konferensi Asia Afrika (KAA) serta perwakilan dari berbagai kota dan kabupaten di Indonesia.
Karnaval akan melalui rute utama dari titik 0 Km Bandung hingga Cikapundung Barat, dengan arak-arakan penuh warna dan kostum tradisional.
Sebagai penutup, pasca-acara (post event) akan digelar pada 19 Oktober 2025 di Bandung Barat. Menghadirkan pertunjukan musik, sajian kuliner khas, serta pergelaran seni budaya yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan.
Dengan konsep yang lebih inklusif dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, Asia Africa Festival 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan sejarah diplomasi dunia. Tetapi juga momentum memperkuat citra Kota Bandung sebagai kota kreatif dan destinasi budaya internasional.












